Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Fatmathalia Ranti Wakili Kalsel di Ajang Puteri Indonesia

aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin • Kamis, 21 Februari 2019 - 16:11 WIB

BANJARMASIN - Fatmathalia Ranti tak setenar model-model ternama di Banjarmasin. Bahkan tak mengenal catwalk. Sekalipun pemotretan. Namun, nasibnya mujur. Ia terpilih mewakili Kalsel di ajang Puteri Indonesia 2019.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat ini dinyatakan terpilih setelah mengikuti audisi 4 Februari tadi, di Jakarta.

"Saya tak pernah sama sekali jalan di catwalk," ungkap mahasiswi semester IV itu saat meminta izin dan dukungan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Muhammad Fauzi, kemarin (20/2).

Biar tahu saja, anak pasangan Gusti Putri Uda dan Abdul Mutalib ini adalah mantan Anggota Paskibraka nasional tahun 2015. Untuk urusan bergaya di depan kamera dan lantai catwalk, Thalia mengaku nol besar.

Namun, kekurangan itu sebutnya dapat ditutupi dengan kepribadian yang dia dapat ketika ditempa kala mengikuti Paskibraka.

Menurutnya, ajang Puteri Indonesia tak jauh berbeda dengan Paskibraka. Terlebih soal tempaan budaya dan ilmu pengetahuan.

"Bedanya hanya baris-berbaris. Selain itu saya kira tak jauh beda," selorohnya.

Memiliki tinggi 170 cm, menjadi modal Thalia bersaing dengan peserta dari daerah lain. Belum lagi prestasi yang dimiliki kelahiran Rantau 5 April 1999 itu.

Diantaranya Duta Belia Indonesia-Malaysia 2015, Duta Anti Narkoba Banjarmasin 2016 dan AIESEC Exchange Participant in Turkey tahun 2018 tadi.

Tekadnya untuk menjadi Puteri Indonesai rupaya sudah bulat. Meski kesibukan yang akan dihadapinya nanti segudang. Apalagi statusnya sebagai mahasiswi kedokteran.

Selain mendapat dorongan dari orang tua dan teman, Thalia menyebut bahwa Ketua DPRD Banjarmasin, Ananda menjada inspirasinya. Sebab pernah menjadi runner up Puteri Indonesia dari Kalsel. Dan kebetulan juga mahasiswi Fakultas Kedokteran ULM.

"Keinginan ini memang sudah lama. Ketika ada kesempatan. Langsung saya ikuti. Alhamdulillah lulus sebagai perwakilan Kalsel," ucap pengajar angklung di rumah singgah yayasan kanker Banjarmasin itu.

Sementara itu, Muhammad Fauzi terlihat bangga. Salah satu mahasiswinya mewakili ajang nasional.

"Kalau yang pintar banyak. Kami membutuhkan mahasiswa yang berprestasi demi mengenalkan dan membesarkan ULM,” ucapnya.

Dia menyebut Thalia adalah mahasiswl Fakultas Kedokteran yang tangguh disaat akademik yang padat.

"ULM sangat menyupport. Kami ingin lebih banyak lagi mahasiswa seperti Thalia ini,” tutupnya. (mof/at/nur)

Editor : aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin
#Feature Inspirasi