PELAIHARI - Keberadaan Kemiri yang dihasilkan dari Desa Ketapang Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut (Tala) ternyata merupakan jenis kemiri terbaik seluruh Indonesia berdasar hasil uji laboratorium. Hal ini membuat Bupati Tala Sukamta menginginkan Desa tersebut menjadi komoditas Kemiri.
“Saya senang sekali, karena kita hari ini menemukan salah satu komoditas andalan yang hilang selama ini dari Tanah Laut yaitu komoditas kemiri," ujar Sukamta saat digelar kegiatan Manunggal Tuntung Pandang di Desa Ketapang Kecamatan Bajuin, Kamis (29/8).
Tentu, Pemkab Tala akan terus mendukung produk kemiri ini supaya bisa menjadi ciri khas satu desa, karena ini merupakan komoditas penting untuk terus dikembangkan. "Dari segi ekonomi juga sangat menggiurkan," ujarnya.
Sementara itu, Saat ini, atas dasar itu CV Agroforestry Indonesia tertarik untuk mengembangkan dan melakukan pembibitan kemiri Desa Ketapang. Pembibitan ini sendiri sudah dilakukan sekitar tiga tahun.
Sedangkan pengembangan bibit kemiri sendiri sudah dilakukan di Kabupaten Tanah Laut sebanyak enam titik, yakni Desa Telaga, Tirtajaya, dua titik di Desa Ranggang, Tebing Siring dan Desa Martadah.
Menurut pihak Pengelola pada Penyemaian CV Agroforestry Indonesia di Kota Banjarbaru Erni Faridah, bahwa bibit kemiri disemai memerlukan waktu sekitar tiga minggu dan bisa ditanam setelah berusia minimal dua bulan. Dan sudah bisa diproduksi buah kemiri jika sudah berusia sekitar tiga tahun.
Perlu diketahui, dalam kegiatan ini, Sukamta sekaligus mencanangkan Bulan Bakti Gotong Royong dengan melakukan penanaman pohon kemiri. (ard/bin/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin