BANJARMASIN - Ratusan personel polisi dikerahkan pada pelantikan anggota DPRD Kalsel, Senin (9/9) mendatang. Banyaknya jumlah personel disebut untuk mengantisipasi hal tak diinginkan yang berpotensi mengganggu kelancaran acara.
Tim pengamanan akan dibentuk menjadi tiga lapis. Ring pertama di bagian luar halaman Gedung DPRD Provinsi Kalsel, ring kedua di area halaman dan ring terakhir di setiap akses keluar masuk ruang rapat paripurna gedung A Haji Mansyah Addrian. Setiap akses masuk dipasang pendeteksi logam untuk amemperketat pengamanan.
“560 orang personel yang akan mengamankan jalannya prosesi pelantikan nanti,” ungkap Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Provinsi Kalsel, AM Rozaniansyah, kepada awak media, Selasa (3/9) pagi.
Banyaknya personel pengamanan yang diturunkan pada saat pelantikan, menurutnya biasa terjadi di provinsi lain. Pengamanan cenderung ketat saat pelaksanaan pelantikan dan pengambilan sumpah.
Pengamanan menjadi hal wajib dalam prosesi sakral ini menyusul rumor akan ada demo yang menyasar Gedung DPRD Kalsel saat hari pelantikan nanti. Meski demikian, terkait isu tersebut, Sekwan belum menerima surat pemberitahuan dari pihak manapun.
Karena itu untuk upaya pencegahan, mereka melakukan pengamanan yang lebih banyak.
Mengenai sejauh mana persiapan yang sudah dilakukan Setwan, Rozaniansyah mengatakan semua sudah hampir seratus persen. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, KPU, Pemprov Kalsel termasuk Pengadilan Tinggi (PT) yang akan melantik para wakil rakyat nanti.
“Gubernur dan sekda siap hadir pada saat pelantikan nanti, meskipun acara itu nanti berbarengan dengan kegiatan lainnya,” pungkasnya. (gmp/ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin