BANJARMASIN - Di saat perhatian tertuju kepada Banjarmasin dan Batola, Tanah Laut diam-diam menyimpan potensi penularan Covid-19 yang massif. Kemarin, keseluruhan penambahan kasus terjadi di daerah yang berbatasan dengan Banjarbaru itu.
Sebelumnya hanya ada 4 kasus positif di Tanah Laut. Dengan penambahan ini kini Tanah Laut mulai menjadi episenter penularan dengan i 13 kasus.
“Sembilan pasien positif baru ini hasil tracking. Mereka saat ini menjalani karantina khusus,” ujar juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kalsel, M Muslim kemarin.
Dia mengklaim penambahan jumlah ini adalah keberhasilan tim Surveilans epidemiologi dalam melacak kontak-kontak dari pasien yang sebelumnya mengidap Covid-19. “Tracking terus digencarkan, baik yang pernah berinteraksi dengan terkonfirmasi positif, juga dari klaster kelompok tertentu. Ini yang paling penting,” sebutnya.
Dia menungkapkan, hasil penghitungan jumlah orang yang yang teridentifikasi dari berbagai kontak dan klaster yang ada, mencapai 3.529. Dari jumlah itu baru sebanyak 2.306 yang berhasil di-tracking “Ada sebanyak 972 spesimen yang diperiksa. Hingga hari ini (kemarin) baru keluar hasilnya sebanyak 249 spesimen,” terang Muslim.
Dari 249 spesimen itu, yang terkonformasi positif sebanyak 179 orang sesuai data gugus tugas kemarin. “Kami masih menunggu hasil yang lain dan masih berproses,” tukasnya.
Sebelum laboratorium di Kalsel beroperasi pihaknya hanya mampu mengkonfirmasi positif 66 spesimen dalam dua mingg Sekarang, dalam empat minggu bisa diketahui hasil spesimen sebanyak 906.
Kabar baiknya jumlah kasus yang sembuh dari Covid-19 bertambah satu orang. Pasien tersebut adalah laki-laki berusia 48 tahun, juga asal Kabupaten Tanah Laut. Pasien ini sendiri sebelumnya menjalani isolasi mandiri.
Bertambahnnya satu kasus yang sembuh itu artinya jumlah yang sembuh dari Covid-19 di Kalsel menjadi 24 orang. “Semoga dengan penanganan tak henti dari tim medis, semakin banyak lagi yang sembuh dari corona,” tandasnya.
____
Banjar dan Banjarbaru Bentuk Satgas PSBB Terintegrasi
Sementara itu, untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, Pemerintah Kota Banjarbaru bersama Pemerintah Kabupaten Banjar, Jumat (1/4) menggelar rapat koordinasi pengamanan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Aula Barakat, Setda Banjar, Martapura.
Dalam rakor itu telah disepakati rencana lokasi posko PSBB gabungan di daerah-daerah perbatasan, antara Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Di mana nantinya, di posko-posko tersebut dua daerah ini bakal berkolaborasi melakukan pengamanan ketika PSBB mulai diberlakukan.
Setidaknya, ada empat lokasi yang rencananya didirikan posko PSBB gabungan. Yakni di Q Mall Banjarbaru; Sungai Ulin; Bundaran Amaco dan di Jalan Gubernur Subarjo.
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan (P3) Covid-19 Kota Banjarbaru, Rizana Mirza mengatakan, Pemko Banjarbaru dan Pemkab Banjar berkolaborasi mendirikan posko di perbatasan, agar lebih efektif dan efisien dalam rangka pelaksanaan PSBB.
Dia mengungkapkan, di posko PSBB nantinya bakal dilakukan pengamanan dan ketertiban masyarakat yang melibatkan sejumlah personel. Baik dari pemerintah daerah, Polri, TNI dan lain-lain. "Pengamanan di posko PSBB tentunya sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Banjarbaru, Letkol Arm Siswo Budiarto menyampaikan, dalam rangka PSBB akan dibentuk Satuan Tugas (satgas) pengamananan. “Ada tiga pengamanan yang akan dilaksanakan, yaitu pengamanan di perbatasan, pengamanan jaring pengaman sosial dan pengamanan untuk ketertiban masyarakat," ucapnya.
Lanjutnya, untuk pengamanan di perbatasan wilayah pihaknya akan mengerahkan personel gabungan dari Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru.
Di sisi lain, Sekda Banjar HM Hilman menyampaikan, tujuan PSBB yang paling utama ialah untuk mendisiplinkan dan menertibkan masyarakat dengan dasar hukum yang jelas dalam penanganan wabah Covid-19.
“Kami rapat hari ini (kemarin) untuk menyamakan persepsi dan membagi penugasan terkait dengan pelaksanaan PSBB di Banjar dan Banjarbaru. Mudah-mudahan masyarakat kita dapat melaksanakan PSBB dengan tertib,” ungkapnya.
Dia menambahkan, terkait penerapan PSBB di Banjar. Ada dua tempat karantina yang akan mereka siapkan. "Pertama di Guest House Sultan Sulaiman dan yang kedua di Sanggar Kegiatan Belajar, Indrasari,” ujarnya.
Selain merencanakan posko gabungan, Banjarbaru dan Banjar juga sudah punya rencana penempatan posko di wilayahnya masing-masing.
Posko PSBB di Banjarbaru sendiri berlokasi di Jalan A Yani Km 17,5 atau di depan Kota Citra Graha. Lalu, di jalan akses bandara, tepatnya di belakang Kota Citra Graha. Serta, di Simpang 4 Liang Anggang, Simpang 4 Bangkal dan di Sekolah Qardan Hasanah, Jalan Rahayu.
Sedangkan posko PSBB Banjar, berada di Sungai Lulut; Jalan A Yani Km 7, Kertak Hanyar; Jalan Gubernur Subarjo, Basirih dan di Jalan A Yani Km 68, Astambul.
Kabupaten Banjar sendiri hanya menerapkan PSBB secara parsial di enam kecamatan yang berbatasan dengan dua kota, Banjarbaru dan Banjarmasin.
PSBB ini masih tahap usulan serta pemenuhan persyaratan. Komandan Kodim 1006 Martapura Letkol Arm Siswi Budiarto sendiri ditunjuk menjadi Dansatgas Pengamanan PSBB dan Kapolres Banjar – Kota Banjarbaru menjadi Wadansatgas-nya.
Sementara itu, meski sudah menyiapkan dana sekitar Rp108 miliar, namun mekanisme dan teknis PSBB di Batola ternyata belum ada. Bupati Batola Noormiliyani mengatakan, Pemkab Batola masih meunggu jawaban Kementerian untuk persetujuan barulah membuatkan rancangan teknisnya.
"Kami masih menunggu jawaban Kemenkes. Semua dikoordinir oleh Provinsi secara kolektif," ujarnya sembari mengatakan Batola membutuhkan waktu untuk sosialisasi kepada masyarakat.(mof/ris/mam/bar/ran/ema)
Editor : berry-Beri Mardiansyah