Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Aditya: Jangan Sampai Ada Klaster Pilkada

miminradar-Radar Banjarmasin • Rabu, 17 Juni 2020 - 19:42 WIB
Aditya Mufti Ariffin
Aditya Mufti Ariffin

Aditya Mufti Ariffin mengambil keputusan mengejutkan Senin tadi. Ia menarik dari kontestasi Pilkada. Dalam wawancara dengan Wartawan Radar Banjarmasin, Randu Alamsyah, pria berusia 36 tahun ini mengatakan tidak pernah akan berlaga di masa pandemi.

--

Apakah ada hal lain alasan mundur selain karena pandemi?

Tak ada alasan lain selain pandemi.

___
Apakah Pak Iwansyah (wakil calon-nya) juga setuju dengan pengunduran ini? Mengingat tentu saja pengambilan keputusan sepenting ini juga harus satu kesepakatan dengan beliau?

Yang jelas sudah kita sampaikan langsung ke beliau. Kami tidak akan mengorbankan kesehatan maupun jiwa dari tim sukses, relawan dan masyarakat hanya untuk ulun menjadi walikota.

___
Ada kemungkinan keputusan ini berubah?

Maaf , keputusan kami final; apabila dilaksanakan pada masa pandemi kami tidak akan maju pilkada kota Banjarbaru. Untuk apa kami maju walikota kalau dalam prosesnya saja kami tidak bisa memberikan perlindungan kepada tim sukses, relawan dan masyarakat. Karena pemimpin yang baik itu adalah pemimpin yang memberikan perlindungan, mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat.

Dokter dan tenaga kesehatan saja yang mengerti masalah penyakit dan menerapkan protokol kesehatan banyak yang terpapar bahkan meninggal karena covid, apalagi kita orang awam ini. Jadi tidak ada jaminan walaupun sdh menerapkan protokol kesehatan bisa menghindarkan diri dari terpapar covid 19.


Pandemi ini akan panjang. Semua aspek dalam kehidupan, termasuk politik, akan belajar untuk menyesuaikan diri. Selama pemilu dilaksanakan dalam protokol kesehatan yang ketat, risiko mungkin akan minim. Siapa yang menjamin?

Gak ada yang menjamin.

Nah itu Anda yang jawab sendiri.

Tapi, selagi pandemi akan terus ada hingga lima tahun lagi, apakah Anda masih tetap menarik diri, misalnya dalam pilkada berikutnya?

Sudah banyak kejadian akibat pandemi ini, lebih baik jangan membuat wabah ini semakin mewabah, jangan sampai ada kluster pilkada. Intinya kita akan melihat apakah lebih banyak mudharat atau maslahat nya. Kalau dilaksanakan masih dalam masa pandemi saya masih tidak berminat. Jangan korbankan manusia hanya untuk sebuah jabatan.

Tadi sudah dijawab, tapi untuk memastikan lagi: apakah benar tidak ada tekanan politik, hitungan hasil survei, dll. Apakah pengunduran diri ini murni karena pertimbangan etik aja?

Mungkin Anda tahu jua survey terakhir kami tinggi, partai kami sangat cukup bahkan lebih, tim juga sangat siap.Tapi kami masih punya hati...

___
Sebagai ketua DPW PPP, apa saran Anda bagi calon dari PPP yang maju di 12 kab/kota lainnya? Apakah Anda menyuruh mereka mundur?

Saya gak menyuruh menyuruh buhannya mundur atau maju tapi silahkan dengan keputusan para calon masing-masing: apakah lanjut atau tidak. Saaya sudah sampaikan dalam jumpa pers kemarin.

Terakhir, Apa yang Anda lakukan selanjutnya? Bisnis atau tetap di politik?

Tetap aja menjalankan usaha, melanjutkan penulisan disertasi S-3, menjalankan partai PPP di Kalsel

Apakah Anda keberatan menyebut jumlah kerugian material dalam kampanye pilkada sebelum Anda mundur?

Saya tidak merasa rugi, karena apa yang saya kerjakan saya ikhlas. (*/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Politik