Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Masakan Favorit Semasa Kecil; Peluang Bisnis Frozen Food di Tengah Pandemi

miminradar-Radar Banjarmasin • Rabu, 26 Agustus 2020 - 19:54 WIB
DAPUR WULAN: Inilah dapur milik Kun Wulandari Ariandi. Saat pekerjanya sedang memasak ayam ungkep yang kemudian dibekukan. | FOTO: ENDANG SYARIFUDDIN/RADAR BANJARMASIN
DAPUR WULAN: Inilah dapur milik Kun Wulandari Ariandi. Saat pekerjanya sedang memasak ayam ungkep yang kemudian dibekukan. | FOTO: ENDANG SYARIFUDDIN/RADAR BANJARMASIN

Gara-gara pandemi, banyak bisnis gulung tikar. Tapi tidak untuk frozen food (makanan beku) milik Kun Wulandari Ariandi.

-- Oleh: ENDANG S, Banjarmasin --

DITEMUI di rumahnya di Jalan Sukamaju Kompleks Bina Banjarmasin Timur, ibu tiga anak ini sedang sibuk mengawasi tiga kokinya memasak.

Dapurnya memang tidak besar. 3x4 meter saja. Maklum, cuma menempati rumah dinas anggota Polri. Di sana, ada dua kompor gas dan panci besar.

Namun, Wulan pandai menata dapurnya agar tetap bersih. Tengoklah, lantainya saja kinclong. "Maunya sih menambah kompor. Tapi sudah sempit begini," kata perempuan kelahiran Blora itu.

Bisnis ini dirintis sejak tahun 2009 silam di Makassar. Saat mengikuti suaminya bertugas. Alasannya, tak ingin cuma mengandalkan gaji suami.

Sempat membuka rumah makan, tapi terpaksa ditutup, karena keburu berpindah tugas lagi ke Semarang.

Di kota Lumpia tersebut, Wulan mencoba bisnis steak. Kuliner western dengan harga ramah di kantong. Tapi tahun demi tahun, bisnis itu dirasa mandek.

Wulan kemudian menambahkan menu ayam ungkep. Nama lengkapnya ayam ungkep jati ayom.

Sebenarnya, ini menu favorit keluarganya. Semasa kecil, ibunya sering memasakkan ayam ungkep jati ayom. Jadi ada unsur nostalgia juga.

Lagi-lagi suaminya berpindah tugas ke Sumatera Barat. Padahal baru saja bisnisnya mau berkembang. Untung Wulan tak patah arang.

Ayam ungkep kemudian dijadikan frozen food agar bisa melayani pesanan luar daerah. Perubahan itu membutuhkan sekian uji coba yang melelahkan.

"Saat suami ditugaskan ke Kalsel, saya coba. Ternyata bagus. Banyak yang pesan," ujar ibu tiga anak ini.

Banyak teman suaminya yang menjadikan ayam ungkep beku itu sebagai oleh-oleh. "Jenderal Yazid (mantan Kapolda Kalsel) sering pesan. Katanya buat oleh-oleh kolega," kisahnya.

Kini, usahanya mulai berkembang. Sehari bisa memproduksi 70-100 bungkus. Disimpan dalam kulkas, bisa tahan sampai enam bulan.

Menghadapi pandemi, bisnis frozen food justru meningkat. Tapi ia tak jemawa. "Karena saya bisnisnya kan sama Allah. Semua saya serahkan sama yang punya," tutupnya. (fud/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#bisnis UKM #Feature Inspirasi