BANJARBARU - Meski kasus Covid-19 di Kalsel saat ini mulai melandai, namun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel tidak mau mengambil risiko dengan membuka kembali sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel M Yusuf Effendi menegaskan, sesuai surat edaran Gubernur Kalsel, sekolah akan tetap melaksanakan pembelajan dari rumah secara daring sebelum Kalsel ditetapkan menjadi zona hijau.
"Saat ini 'kan masih zona oranye, kasusnya masih tinggi. Jadi masih harus belajar secara online untuk menjaga kesehatan peserta didik dan para guru," katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.
Di samping itu, Yusuf menyampaikan, pembelajaran dari rumah juga dalam upaya memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan tidak perlu mengukur ketercapaian kurikulum secara keseluruhan untuk kenaikan kelas dan kelulusan peserta didik.
"Pembelajaran di rumah tidak hanya memfokuskan pada muatan akademik, melainkan juga memberikan pelajaran kecakapan hidup untuk menghindari penularan Covid-19. Misal, imbauan ke siswa tentang pentingnya pakai masker dan perilaku hidup bersih," ujarnya.
Kurikulum sendiri kata Yusuf, selama pandemi ini lebih disederhanakan setelah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menerbitkan kurikulum darurat. "Kurikulum pada ajaran ganjil selama pandemi ini dimodifikasi lebih sederhana. Para kepala sekolah sudah tahu," katanya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Martapura Eko Sanyoto membenarkan adanya kurikulum khusus untuk pembelajaran jarak jauh selama pandemi.
Dia menyebut, pada kurikulum tersebut dilakukan pengurangan kompetensi dasar untuk setiap mata pelajaran. Sehingga guru dan siswa dapat berfokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran di tingkat selanjutnya.
"Jadi, jam pelajaran dan mata pelajaran selama pandemi ini dikurangi. Dengan begitu, anak-anak bisa leluasa mengirim tugas-tugas," sebutnya.
Dia menyampaikan, selama pagebluk ini waktu sekolah yang sebelumnya sampai pukul 17.00 Wita dikurangi hanya sampai pukul 14.00 Wita pada hari Senin dan hingga pukul 12.20 Wita di hari lainnya.
"Kalau mata pelajarannya pada hari Senin ada empat dan tiga di hari biasanya. Sebelum pandemi dulu bisa sampai enam mata pelajaran sehari," ucapnya.
Secara terpisah, Kepala SMAN 3 Banjarbaru, M Sufiani menuturkan bahwa pembelajaran sistem daring di SMAN 3 Banjarbaru selama pandemi waktunya juga dipersingkat. "Siswa diwajibkan belajar cuma empat jam per hari. Setiap kelas, belajar masing-masing dengan gurunya," tuturnya.
Dia mengungkapkan, guna menunjang proses sekolah secara online, pihaknya menggunakan aplikasi Zoom Meeting untuk memberikan materi pembelajaran ke para siswa. "Materi yang disampaikan guru sama dengan saat belajar di sekolah. Bedanya, siswa dan guru hanya bertatap muka lewat video," pungkasnya. (ris/ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin