Peringatan Hari Kesehatan Nasional di Banjarmasin kemarin (12/11) tampak berbeda. Di tengah pusat perbelanjaan, tepuk tangan bergemuruh selama 56 detik. Ditujukan kepada perawat dan dokter di garis depan.
---
BANJARMASIN - Tepat jam 1 siang, pegawai toko, petugas keamanan, hingga pengunjung Duta Mall, di mana pun mereka, serempak berdiri dan bertepuk tangan.
Gemanya terdengar ke seluruh bagian gedung pusat perbelanjaan terbesar di Kalsel itu.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Banjarmasin memang mengeluarkan seruan. Agar pengelola pusat-pusat keramaian di ibu kota provinsi ini meluangkan waktu. Bertepuk tangan selama 56 detik.
Menurut Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi, selain untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-56, tepuk tangan ini untuk menyemangati tenaga kesehatan.
"Yang hingga kini masih terus berjuang di barisan terdepan menangani pasien COVID-19," ujarnya.
Selain itu, bagi yang bertepuk tangan, bisa menambah kegembiraan. "Ungkapan rasa kegembiraan dan kebahagiaan itu bisa menambah imunitas," tuturnya.
Lantas, mengapa digelar di tengah mal? Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 COVID-19 Banjarmasin itu melihat, ada banyak warga kota yang berkunjung kemari.
Sementara itu, General Manager Duta Mall Banjarmasin, Chairuddin Langkat mengaku bersyukur. Perlahan, Banjarmasin mulai pulih setelah dihantam pandemi. Memasuki zona hijau dan kuning.
"Saya melihat keberhasilan kita keluar dari zona merah ini tak terlepas dari kesadaran masyarakat. Tanpa kesadaran, mungkin tidak secepat ini kita terlepas dari zona merah," bebernya.
Salah satu pengunjung mal, M Yusuf mengaku terharu. Dia mengaku tak perlu berpikir panjang untuk ambil bagian. Ikut bertepuk tangan bersama karyawan mal.
"Saya ingin mengungkapkan bahwa mereka (tenaga kesehatan) tidak berjuang sendirian. Ada banyak yang mendukung. Meski hanya berupa tepukan tangan," ujarnya.
Gugas Izinkan THM Dibuka
SELAMA pandemi melanda Kota Seribu Sungai, Dinas Kesehatan Banjarmasin mencatat jumlah kasus positif sebanyak 3.565 orang.
Dengan angka kesembuhan mencapai 3.242 pasien dan telah keluar dari zona merah, Gugus Tugas P2 COVID-19 Banjarmasin berani memberikan lampu hijau untuk pembukaan THM (tempat hiburan malam).
Seperti yang diungkapkan Kepala Dinkes Banjarmasin sekaligus juru bicara gugas, Machli Riyadi, kemarin (12/11).
Dia menekankan, tak mudah mendapatkan rekomendasi tersebut. Karena pengelola THM harus menerapkan protokol pencegahan COVID-19 dengan ketat.
Bagaimana mengawasinya? Mengingat THM identik dengan hura-hura dan kerumunan.
Machli menjawab, gugas akan mengandalkan inspeksi mendadak. Menggandeng TNI dan Polri, memastikan protokol tak sekadar formalitas.
Machli berjanji, jika ditemukan pelanggaran, akan ditegur keras. "Apabila ada laporan pelanggaran protokol dari warga, kami tidak segan-segan memberikan surat peringatan kepada pengelola THM," tutupnya.
Sebelum THM, gugas juga telah mengizinkan pembukaan bioskop. Alasannya, agar roda perekonomian kembali berjalan. (war/fud/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin