BANJARMASIN - Vaksinasi untuk tenaga kesehatan, terutama di rumah sakit rujukan pasien COVID-19, sudah dimulai sejak pertengahan Februari lalu.
Di Rumah Sakit Ansari Saleh ada 450 nakes. Separuhnya sudah disuntik vaksin merek Sinovac tersebut.
"50 persen sudah divaksin. Tapi angka pastinya, saya belum tahu. Karena penyuntikannya tersebar," kata Direktur RSUD Ansari Saleh, Izaak Zoelkarnaen, kemarin (3/2).
Kalau ada yang belum disuntik, menurutnya lantaran menunggu pendataan secara daring via aplikasi P-Care Vaksin.
Izaak yakin, tidak ada nakes yang menolak divaksin. Sebab, mereka tahu betul risikonya. Menghadapi pasien corona dengan menggunakan alat pelindung diri (APD).
Bila ada pengecualian, nakes yang tak divaksin karena menderita penyakit penyerta (komorbid). Contoh asma, darah tinggi atau diabetes.
"Bagi yang memiliki komorbid, kami masih menunggu instruksi pusat," tegasnya.
Lalu, bagaimana dengan keadaan di rumah sakit rujukan lainnya? Di RSUD Ulin ada 900 nakes. 174 diantaranya adalah dokter, sisanya perawat.
"Sejak vaksinasi dimulai sampai hari ini, sudah 350 nakes yang disuntik," kata Direktur RSUD Ulin, Suciati.
Disebutkannya, penyuntikan digelar tiga kali dalam sepekan. Suciati memprediksi, suntikan dosis pertama rampung pada April. Sedangkan dosis kedua baru kelar pada Agustus mendatang.
Sejauh ini, Suciati mengaku belum mendengar penolakan atas vaksin. "Tidak ada, kan demi melindungi mereka juga," tutupnya. (gmp/fud/ema)