Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Lansia Pelambuan Antusias Divaksin

miminradar-Radar Banjarmasin • Senin, 8 Maret 2021 - 21:36 WIB
ANTUSIAS: Lansia di Kelurahan Pelambuan mendapat vaksin COVID-19, Sabtu (6/3) lalu. Anak muda Banjarmasin jangan mau kalah dari yang tua. | FOTO: PUSKESMAS PELAMBUAN FOR RADAR BANJARMASIN
ANTUSIAS: Lansia di Kelurahan Pelambuan mendapat vaksin COVID-19, Sabtu (6/3) lalu. Anak muda Banjarmasin jangan mau kalah dari yang tua. | FOTO: PUSKESMAS PELAMBUAN FOR RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN - Agar target waktu terkejar, Puskesmas Pelambuan membuat layanan vaksinasi jemput bola.

Contoh, Sabtu (6/3) tadi, vaksinasi digelar di Musala al Azhar di Banjarmasin Barat. Puluhan lansia ngantre demi mendapatkan vaksin COVID-19 tersebut.

Salah seorang yang antusias sekali untuk divaksin adalah Saiful Bahri, 65 tahun.

"Bersyukur sekali bisa menerima vaksin ini. Agar tetap sehat. Pokoknya terhindar dari covid," kata Ketua RW 03 di kelurahan tersebut.

Seusai disuntik, Saiful mengaku tak merasakan gejala apapun.

Senada dengan Rahmadi. Seusai menyimak sosialisasi dari puskesmas, ia tak ragu untuk mengikuti program ini. "Lebih baik mencegah dari pada jatuh sakit," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pelambuan, Taufik Rahman menjelaskan, dia tak bisa menunggu saja di kantornya. Mengingat vaksinasi tahap kedua ini ditarget rampung pada April nanti.

"Ini perdana kami vaksin ke lapangan. Alhamdulillah, disambut puluhan warga," ujarnya.

Awalnya, timnya hanya membawa tiga vial. Tapi melihat antrean yang muncul, harus diambil vaksin tambahan ke puskesmas.

"Di luar ekspektasi kami. Lansia di sini antusias sekali," tambahnya semringah.

Disebutkannya, di RW 03 ada RT 39, 40, 41 dan 41 yang dilayani. Sebelum datang ke lokasi, sudah ada edukasi.

"Ada 37 lansia yang bisa divaksin. Sembilan ditunda dan dua tidak bisa," sebutnya. Sesuai prosedur, ada proses screening sebelum penyuntikan.

Dijelaskannya, penundaan vaksinasi terjadi karena beberapa penyebab. Seperti darah tinggi atau gula darah.

Taufik menjamin, ada terapi sampai kondisi lansia kembali normal. Hingga dijadwalkan kembali untuk divaksin.

Lalu, soal yang gagal divaksin, dijelaskanya lantaran menderita gagal ginjal dan kanker. "Kalau ada penyakit seperti itu, terpaksa tidak bisa," tukasnya.

Taufik berharap dua hal. Pertama, 28 hari lagi, mereka kembali datang untuk menerima suntikan dosis kedua. Kedua, setelah divaksin, bukan berarti boleh lengah dalam menerapkan protokol. Merasa kebal lalu tak mengenakan masker.

"Lalu, bagi lansia belum divaksin, silakan menghubungi kami di puskesmas," tutupnya. (war/fud/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Covid-19 Corona