Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Waspada Ancaman Rob Bulan Mei, Diprediksi Setinggi 2,7 Meter

miminradar-Radar Banjarmasin • Selasa, 6 April 2021 - 19:59 WIB
AIR PASANG: Lorong Pasar Sudimampir Baru di Banjarmasin Tengah tergenang, kemarin (5/4). Luapan air sungai juga merendam Jalan Lambung Mangkurat. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
AIR PASANG: Lorong Pasar Sudimampir Baru di Banjarmasin Tengah tergenang, kemarin (5/4). Luapan air sungai juga merendam Jalan Lambung Mangkurat. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Masyarakat Banjarmasin diminta waspada. Air pasang tinggi diprediksi tiba Mei nanti.

---

BANJARMASIN - Kabid Sungai di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Hizbul Wathoni mengungkap, puncak air pasang akan tiba pada tanggal 1-7 Mei mendatang.

Ketinggiannya bisa mencapai 2,4 meter sampai 2,7 meter. Imbas dari kenaikan air laut terhadap sungai-sungai di Banjarmasin.

"Itu belum termasuk curah hujan deras, apalagi air kiriman dari hulu. Hanya dihitung dari pasang air laut saja. Makanya perlu diwaspadai," ujarnya kemarin (5/4) siang.

Awal April ini, Sungai Martapura terpantau pasang. Luapan air muncul di beberapa ruas jalan dan drainase. Ingatan masyarakat pun kembali pada banjir besar Januari tadi.

Padahal, kenaikannya baru dua meter. Dinilainya tak begitu tinggi. Penyebabnya adalah banjir kiriman dari kabupaten tetangga. "Data telemetri itu hasil pemantauan belum lama tadi," tukasnya.

Namun, berbeda dengan Mei nanti. "Sebelumnya, kalau pun pasang, tingginya hanya 2,1 meter sampai 2,4 meter saja," jelasnya.

Lantas, apa antisipasi pemko? Pasukan turbo dikerahkan untuk membersihkan saluran drainase dan kali-kali kecil. Tak hanya membersihkan sumbatan sampah, juga mengeruk lumpurnya.

Selebihnya, berharap agar Mei nanti, kawasan hulu tak diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Ditanya tentang genangan yang mulai bermunculan, Wathony beralasan, inilah imbas dari banjir yang melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Banjar.

"Karena kalau pasang saja, takkan sampai menggenang begini. Artinya Sungai Martapura terpengaruh air kiriman," ujarnya.

Kepada masyarakat, terutama di Kecamatan Banjarmasin Timur, Selatan dan Barat diminta waspada. Terutama yang menghuni permukiman di bantaran sungai.

Ditekankan Wathony, masih ada yang bisa diperbuat masyarakat. Yakni turun bergotong-royong membersihkan sungai.

"Karena kalau menunggu PUPR, perlu waktu lama. Kami tak bisa menangani semuanya sekaligus," tutupnya. 

Tertunda Urusan Administrasi

PLT KEPALA Dinas PUPR Banjarmasin, Doyo Pudjadi menjamin program normalisasi sungai belum dibubarkan.

Lalu, mengapa pembongkaran bangunan yang mengganggu sungai seakan menghilang?

Enggan memakai istilah penundaan, ditegaskan Doyo, ada urusan administrasi dan legalitas yang harus dibereskan.

"Tak bisa sim salabim! Kan dasarnya belum ada. Sebenarnya bukan ditunda, tapi menunggu penyesuaian dasar hukumnya," jelasnya kemarin (5/4).

Yang ia maksud adalah DPA, alias dokumen pelaksanaan anggaran untuk menunjang operasional satgas normalisasi sungai.

Begitu DPA-nya rampung, maka sewa ekskavator untuk pembongkaran, pengerukan, pelebaran dan pendalaman sungai akan kembali digelar di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Veteran.

Pasca banjir, satgas itu bergerak dengan disokong BTT (Belanja Tidak Terduga). Berikutnya akan disokong anggaran PUPR.

Berapa yang dihabiskan kemarin? "Persisnya kurang mengetahui. Tapi untuk operasional dan pembangunan jembatan sementara, sekitar Rp4 miliar," sebutnya.

Doyo berjanji, begitu kelar, DPA itu akan dirilis ke publik. Diingatkannya, bukan hanya media, warga juga sudah bertanya-tanya. Ke mana para petugas yang begitu giat membenahi sungai kemarin.

"Banyak yang sudah menanyakan, bagaimana kelanjutan dari normalisasi sungai kemarin," bebernya.

"Mudah-mudahan sebelum Ramadan kami bisa bergerak lagi. Khususnya untuk menangani kawasan Veteran," tutupnya. (war/fud/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#bencana banjir