Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Batola Harus Genjot Vaksinasi Guru

miminradar-Radar Banjarmasin • Senin, 28 Juni 2021 - 18:40 WIB
RAPAT TERBATAS: Bupati Batola Noormiliyani bersama anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menggelar rapat terbatas persiapan sekolah tatap muka. Foto : Humas Pemkab Batola for Radar Banjarmasin.
RAPAT TERBATAS: Bupati Batola Noormiliyani bersama anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menggelar rapat terbatas persiapan sekolah tatap muka. Foto : Humas Pemkab Batola for Radar Banjarmasin.

MARABAHAN - Pemkab Batola akan melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas pada tanggal 12 Juli mendatang. Namun akan sulit terwujud bila vaksinasi guru tidak sepenuhnya terlaksana.

Capaian vaksinasi guru di Batola masih tergolong rendah. Berdasarkan data terakhir per 17 Juni 2021, vaksinasi tahap pertama guru SD baru 81 persen. Sedangkan vaksinasi tahap kedua hanya 60 persen. Capaian vaksinasi guru SMP lebih rendah lagi. Tahap pertama baru 66,81 persen, dan tahap keduanya baru 34,19 persen. Ini perlu digenjot agar angkanya meningkat. "Kami harapkan semua guru divaksin tanpa terkecuali," ujarnya Kepala Dinas Pendidikan Batola, Sumarji.
Bupati Batola, Noormiliyani membicarakan pembelajaran tatap muka ini melalui rapat terbatas bersama anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. "Sesuai SKB 4 Menteri, Batola punya kewajiban membuka sekolah untuk pembelajaran tatap muka terbatas pada 12 Juli mendatang," ceritanya. Noormiliyani juga mengatakan sudah menerima persentase data dari Disdik Batola.
Berkaitan dengan tatap muka ini akan dilakukan pembatasan jumlah anak dalam satu kelas. Hanya sepuluh hingga lima belas orang saja. "Untuk SMP mungkin bisa tiga kali tatap muka, dan tiga kali sekolah daring selama satu pekan pembelajaran," ujarnya.
Namun, Noormiliyani menekankan antisipasi penyebaran Covid-19 dari tenaga guru. Semua guru pengajar dari SD-SMP diwajibkan sudah divaksinasi. Apabila belum divaksin, tidak boleh mengajar. Menurut Noormiliyani, larangan mengajar di sini tidaklah sepele. Guru yang bersangkutan akan mendapatkan kerugian. Tidak akan mendapatkan tunjangan penghasilan pegawai (TPP). "Tidak mengajar tidak dapat TPP," tegasnya.
Bupati wanita pertama di Kalsel itu juga mengatakan akan melakukan pemeriksaan secara acak kepada beberapa guru. Akan dilakukan antigen dengan waktu yang berjenjang. "Nanti secara acak dan berkala akan dilakukan cek antigen kepada guru-guru," tambahnya.
Sumarji akan terjun ke lapangan melihat kesiapan masing-masing sekolah. "Minggu depan tim dari Disdik akan melakukan pengecekan kesiapan sekolah tatap muka di masing-masing sekolah," ungkapnya.
Guru SMPN 3 Bakumpai, Lidya menyambut baik rencana Pemkab Batola ini. Apalagi syarat guru harus vaksin sudah dipenuhinya. Bahkan semua guru di sekolah mereka itu sudah divaksinasi. "Bukan hanya dewan guru saja, paman sekolah pun sudah divaksin sebanyak dua kali," ceritanya.(bar/gr/dye)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Covid-19 Corona #Banua Pendidikan