Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pandemi, Bandara Semakin Sepi

miminradar-Radar Banjarmasin • Rabu, 25 Agustus 2021 - 20:29 WIB
SEPI: Pesawat Lion Air saat parkir di Bandara Syamsudin Noor. Hingga kini bandara masih sepi. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN
SEPI: Pesawat Lion Air saat parkir di Bandara Syamsudin Noor. Hingga kini bandara masih sepi. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

BANJARBARU - Menurunnya biaya tes polymerase chain reaction (PCR) dan dinyatakannya Jakarta menjadi daerah zona hijau Covid-19, ternyata belum berdampak signifikan terhadap penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Padahal, sejumlah maskapai penerbangan sudah terlanjur menyambut dua kabar itu dengan suka cita. Karena turunnya harga tes PCR dan keluarnya Jakarta dari zona merah diprediksi membuat jumlah penumpang ke ibu kota meningkat.

Bahkan, Maskapai Lion Air sempat menambah dua penerbangan ke Jakarta untuk mengantisipasi meningkatnya penumpang. Namun nyatanya, hingga kini bandara masih sepi.

"Sekarang jumlah flight masih sama. Kemarin kami coba menambah dua penerbangan ke Jakarta, namun tetap belum ada kenaikan (penumpang) yang signifikan," kata Area Manager Lion Air Kalselteng, Agung Purnama.

Dia mengungkapkan, saat ini penerbangan Lion Air dari Bandara Internasional Syamsudin Noor ke Jakarta kembali cuma satu. "Kami berharap dengan turunnya harga PCR dan free bagasi Lion Air sudah bisa sedikitnya meringankan beban penumpang untuk tetap berangkat dengan transportasi udara," ungkapnya.

Sebelumnya dia menduga, penumpang pesawat masih sepi dikarenakan masyarakat tengah menunggu kelanjutan PPKM level 4. Namun, nyatanya pemerintah ingin memperpanjang PPKM.
"Tapi kami tetap optimis akan tetap ada pertumbuhan penumpang, karena harga PCR sesuai SE Kemenkes harganya terjangkau oleh masyarakat," beber Agung.

Dalam surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sendiri, batas maksimal biaya tes PCR di luar Pulau Jawa Bali, Rp525 ribu. Dari sebelumnya mencapai Rp700 ribu hingga jutaan rupiah.

Sementara itu, Stakeholder Relation Bandara Internasional Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor juga menyampaikan bahwa penurunan tarif tes PCR belum bisa mendongkrak pertumbuhan penumpang. "Sampai sekarang jumlah penumpang masih stabil," ucapnya.

Dia menuturkan, selama PPKM level 4 jumlah penumpang di Bandara Internasional Syansudin Noor turun signifikan. "Biasanya penumpang kita setiap harinya rata-rata 2 ribu lebih, sekarang rata-rata di bawah seribu," tuturnya.

Disampaikan Zulfian, penumpang jauh menurun karena masyarakat lebih memilih menunda perjalanan, dibandingkan harus mengeluarkan banyak uang untuk biaya tes PCR.

"Saat ini penumpang yang berangkat memang karena ada keperluan mendesak. Kebanyakan dari perusahaan yang ada keperluan bisnis," pungkasnya. (ris/ran/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Transportasi #bandara syamsudin noor