BANJARBARU - Kasus virus corona di Banua saat ini terus melandai. Satgas Penanganan Covid-19 Kalsel juga mencatat, saat ini tidak ada lagi kabupaten/kota yang masuk zona merah. Dengan begitu, PPKM level 4 di beberapa daerah kemungkinan akan turun.
PPKM level 4 sendiri berakhir pada Senin (6/9). Ada lima daerah di Kalsel yang menerapkannya, yaitu Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru.
Hari ini kelima daerah itu menunggu instruksi dari pemerintah pusat apakah PPKM level 4 di daerahnya diperpanjang atau tidak.
Khusus di Banjarbaru, Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin optimis PPKM di daerahnya akan turun level. "Insya Allah hari Senin (6/9) sudah tidak diperpanjang lagi status PPKM Level 4. Karena, sudah turun level," katanya.
Dia mengungkapkan, level PPKM di Banjarbaru diprediksi turun lantaran kasus aktif Covid-19 di daerah ini sudah berkurang signifikan. "Sebelumnya, bisa sampai 1.400 hingga 1.600 kasus aktif. Sekarang tinggal 477 kasus," ungkapnya.
Lanjutnya, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit juga jauh berkurang. Sebelumnya sempat penuh, sekarang hanya terisi 48 persen. "Sudah kurang dari separuh," sebut Aditya.
Sementara itu, kasus keseluruhan di Kalsel juga terus menurun. Kemarin (5/9), Satgas Penanganan Covid-19 Kalsel merilis hanya ada 178 kasus baru yang ditemukan. Sedangkan pasien sembuh mencapai 577 orang.
Dengan tambahan itu, total kasus Covid-19 di Banua saat ini 67.191. Dari jumlah ini, 61.479 di antaranya sembuh dan 3.588 orang masih dirawat. Sedangkan, 2.224 sisanya meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Kalsel Muhammad Muslim menuturkan, karena menurunnya kasus, saat ini tidak ada lagi zona merah di Kalsel secara makro (kabupaten/kota). "Tapi kalau level mikro posko di desa atau kelurahan, masih ada zona merah, kuning dan seterusnya," ujarnya.
Dia berharap, dengan keluarnya daerah dari zona merah, pemerintah pusat dapat menurunkan level PPKM di Kalsel.
"Oleh karena itu, hingga akhir penerapan PPKM level 4 kita harapkan masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan sehingga angka kasus bisa ditekan dan kita bisa turun level," paparnya.
Di samping itu, untuk bisa terus menurunkan kasus Covid-19 menurutnya diperlukan adanya komitmen kabupaten/kota dalam meningkatkan testing, tracing dan treatment (3T).
"Testing dan tracing dilakukan untuk menemukan kasusnya, sebelum menyebar ke lain. Setelah itu di-treatment di tempat isolasi," tuturnya.
Isolasi sendiri menurut Muslim lebih baik dilakukan di isolasi terpusat, agar para terkonfirmasi positif Covid-19 dapat diawasi. "Kalau isolasi mandiri bisa tidak terawasi, sehingga bisa menularkan ke lain," ujarnya.
Vaksin Booster Masih Rendah
Sementara itu, progres vaksinasi pertama dan kedua di Kalsel masih berjalan lamban. Begitu juga booster vaksin ketiga yang diberikan kepada petugas kesehatan. Capaiannya baru 41,86 persen dari total target 26.575 orang.
Kota Banjarmasin dan Banjarbaru, pelaksanaannya belum sampai 50 persen. Berbeda dengan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Barito Kuala (Batola) dan Hulu Sungai Tengah (HST). Capaian tiga daerah ini telah melewati 50 persen.
Contohnya di HSU, dari target sasaran sebanyak 1.315, Nakes yang sudah tervaksin mencapai 64 persen. Sementara Batola 59 persen dan HST 53 persen. “Untuk total se Kalsel belum sampai 50 persen, baru 41,86 persen,” beber Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, M Muslim.
“Meski Banjarmasin belum 50 persen. Namun jumlah sasarannya hampir 5-6 kali lipatnya dibandingkan dengan daerah lain. Di Banjarmasin paling banyak nakesnya, begitu juga di Banjarbaru,” sebut Muslim.
Untuk diketahui, capaian total vaksinasi pertama dan kedua se Kalsel baru terpacai sekitar 18 persen. Dari jumlah itu, sumber daya manusia kesehatan (tenaga kesehatan) memang paling tinggi, disusul petugas publik sebesar 111 persen.
Capaian rendah vaksinasi pertama dan kedua masih didominasi lansia yang baru 10 persen, masyarakat rentan 5,6 persen dan remaja baru 2,3 persen. “Selain faktor kesehatan tadi, jumlah vaksinnya kan saat ini terbatas,” tukasnya.
Seperti diketahui sampai kamis (2/9) lalu, dari total vaksin yang diterima Kalsel sebanyak 1.144.762 dosis, baru tersuntik 978 ribu lebih dosis. Capaian tertinggi vaksinasi ada di Kota Banjarmasin dengan capaian vaksin pertama 73,68 persen dan vaksin kedua 21,62 persen.
Diurutan kedua Banjarbaru dengan capaian vaksin pertama 32,75 persen, vaksin kedua 24,47 persen. Daerah tertinggi ketiga adalah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dimana pelaksanan vaksin pertama 19,89 persen dan vaksin kedua 13,36 persen.
“Dari satu juta lebih total vaksin yang diterima sejak pertama, terlaksana sudah 900 an lebih. Ini cukup tinggi. Sekarang vaksinnya yang kurang. Masyarakat sangat antusias dibanding awal-awal,” tandasnya. (ris/mof/ran/ema)
Editor : izak-Indra Zakaria