Rasa syukur kepada Tuhan tak henti-hentinya diucap Fahrureza. Remaja berusia 20 tahun asal Liang Anggang Banjarbaru ini salah satu korban yang berhasil selamat dari ambruknya bangunan Ritel Modern Alfamart, Senin (19/4) petang.
Di petang nahas tersebut, Reza -panggilan akrabnya- mulanya akan berangkat berbuka bersama dengan rekannya di Banjarmasin. Berangkat dengan motor, entah mengapa ia memilih Alfamart Gambut untuk singgah.
Tujuan Reza mampir yakni untuk menarik uang tunai serta membeli masker. Saat itu ia sudah siap bertemu dengan rekannya di wilayah Pematang Kabupaten Banjar.
Tak ada merasakan hal aneh, usai mengambil masker di rak jualan. Ia berjalan menuju area kasir. Namun saat itu ingatnya posisi kasir sedang antri. Sehingga ia tak bisa serta merta keluar bangunan.
“Antri cukup banyak. Saya ingat itu sekitar lima orang. Saat masih antri sekitar pukul lima (sore) lewat, mulanya terdengar suara seperti benda jatuh dari (lantai) atas. Itu seingat saya ada empat kali suara benda jatuh, saya tidak curiga awalnya,” ceritanya secara khusus kepada Radar Banjarmasin.
Karena mengira hanya benda gudang yang jatuh, Reza tetap berusaha santai. Namun malangnya, begitu cepat bangunan di atasnya runtuh dan menimpanya.
“Sepersekian detik langsung runtuh, cepat sekali. Saya tidak sempat keluar, pas mau lari langsung jatuh tertimpa benda-benda. Saya merasa lantai itu ambruk ke bawah, bergetar seperti gempa,” ujarnya yang saat itu dalam posisi telentang.
Suasana saat itu kata Reza langsung hening dan gelap. Tubuhnya tak bisa bergerak bebas. Hanya bagian tangannya yang masih leluasa. Ia mengingat banyak tertimpa rak serta barang jualan yang jatuh.
“Saya sempat kaget. Tapi saya posisinya memegang handphone. Saya berusaha menelpon kawan saya yang di Pematang untuk memberitahukan kejadian ini. Saya mengira gempa awalnya,” katanya. Beruntung, rekan Reza mengangkat telponnya. Dengan kondisi masih takut, Reza meminta tolong. “Saya juga teriak-teriak, tapi saat itu benar-benar hening.”
Sembari menunggu rekannya tiba, Reza rupanya mendengar suara teriakan wanita minta tolong tak jauh dari lokasinya. Rupanya, di sekitar posisi bawahnya ada karyawan kasir Alfamart wanita yang ikut terjebak.
“Dia teriak dan histeris minta tolong, sama juga kesakitan dan mengeluh sesak nafas. Karena katanya ada Asma. Saya berusaha menenangkan sembari menguatkannya sambil memegang tangannya, kondisinya saat itu benar-benar mencekam,” katanya.
Kondisi wanita ini kata Reza dilihatnya jauh lebih parah. Sebab, wanita tersebut terjepit di bagian kakinya. “Kalau saya Alhamdulillahnya ada rongga sedikit.”
Dalam kondisi mencekam antara hidup dan mati tersebut, baik Reza maupun wanita kasir tersebut ujarnya hanya berdoa kepada Tuhan. “Kita terus berdoa, tak henti-hentinya.”
Berangsur-angsur, di bagian atasnya Reza mengaku sudah mendengar suara ribut orang. Di waktu yang sama rekannya menelponnya dan bisa diangkat oleh Reza untuk memberitahu posisinya dan kondisinya.
“Saya hanya bilang di area kasir dan kondisi saya serta wanita itu. Padahal kita sudah teriak-teriak, tapi tidak terdengar oleh di atas sampai saya parau, sementara kita mendengar teriakan orang di luar,” katanya.
Meski berusaha tetap tenang dan memberi semangat untuk tetap hidup kepada wanita kasir itu. Reza mengaku juga sempat khawatir, sebab satu-satunya harapannya yakni gawai pintarnya mulai kehabisan daya.
“Saya kan menyalakan senter agar si wanita ini tetap tenang, karena dia sangat takut, tangannya sangat kencang memegang saya. Saya juga harus menolak panggilan telpon dari relawan yang mengontak saya untuk menghemat baterai,” ceritanya.
Dari jam di layar gawai pintarnya, sekitar tiga jam usai dirinya tertimpa, Reza baru bisa mendengar ada suara bor di atasnya. Namun upaya ini katanya tak ujug-ujug bisa menemukannya dan wanita kasir tersebut.
“Suara bor ada tapi tak kunjung tembus. Nah lalu saya melihat ada cahaya senter tembus dari salah satu rongga di dekat saya. Saya berusaha teriak dan menggedor-gedor barang disekitar saya untuk memberi tahu posisi kita,” katanya.
Namun sayangnya saat itu kata Reza belum ada titik terang. Akhirnya dengan harapan terakhirnya, ia berusaha menyalakan senter gawainya dengan harapan bisa dilihat atau diintip oleh relawan penyelamat di atas.
“Saat itu baterai saya sisa satu persen, ya harapan terakhir saya lah. Alhamdulillah setelah beberapa waktu mengarahkan senter ke atas, ada relawan yang melihat dan segera berusaha mengevakuasi kita,” katanya.
Singkatnya, sekitar menunggu kurang lebih satu jam, Reza berhasil dievakuasi. Berikut juga wanita kasir Alfamart.”Sebelum berhasil diangkat, saya minta oksigen kepada relawan di atas, karena kondisi wanita ini sangat lemah sesak nafas,” katanya.
Seusainya diangkat dan ditandu evakuasi, Reza segera dilarikan ke RSI Sultan Agung Banjarbaru. Ia mengaku tak menderita luka parah ataupun patah tulang. “Saya itu tertimpa barang-barang jualan yang mungkin menahan beban beton,” tuntasnya. (rvn)