Sesuai kesepakatan pula, kawasan itu bakal difungsikan sebagai siring. Menyambung infrastruktur yang telah dibangun sebelumnya. “Pemko tidak membangun siring lagi di situ. Tapi, cukup disambungkan. Mungkin bisa di-finishing saja. Teknisnya nanti bagaimana masih belum ditentukan. Terpenting bisa jadi akses penghubung dengan siring lain,” pungkasnya.
Seperti diketahui, rencana pembangunan MPP sudah ada sejak tahun 2019 lalu. Namun, lantaran pandemi Covid-19 hingga refocusing anggaran, realisasinya baru bisa dilakukan tahun ini. Luasan lahan yang dibangun untuk MPP mencapai 1.000 meter persegi. Nantinya, kawasan Mitra Plaza tidak hanya menjadi pusat perbelanjaan dan tempat hiburan saja. Tapi juga ada MPP. Sedikitnya, ada 22 stan dari instansi vertikal maupun mitra yang siap mengisi.
Berapa anggaran yang diperlukan untuk membangun MPP? Kepala Bidang Cipta Karya di Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Agus Suyatno, mengaku masih menghitungnya. “Pendanaan nanti di APBD Perubahan. Sekarang masih menghitung-hitung,” ujarnya.
Adapun mengenai status lahan, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Banjarmasin Doyo Pujadi, sebelumnya juga menyatakan, pihaknya sudah melakukan kesepakatan untuk perpanjangan kerja sama. “Sesuai MoU, bangunan di atas tanah pemko diserahkan menjadi aset pemko. Tinggal menunggu perjanjian kerja sama. Intinya, deal ini diperpanjang sesuai ketentuan. Sehingga pemko boleh menganggarkan untuk renovasi,” tuntasnya. (war)