Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Jamban Apung Ditarget Walikota Banjarmasin, 21 Kelurahan ini Jadi Fokus Utama

izak-Indra Zakaria • 2022-07-14 11:46:00
MASIH MARAK: Jamban-jamban yang berada di atas aliran sungai di Kota Banjarmasin. FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
MASIH MARAK: Jamban-jamban yang berada di atas aliran sungai di Kota Banjarmasin. FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

 Maraknya keberadaan jamban tak sehat di aliran sungai atau jamban apung, masih menjadi persoalan di Kota Banjarmasin.

Jamban apung juga menjadi sorotan langsung Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina. Ia menginginkan kota ini menjadi kawasan Open Defecation Free (ODF). Atau kota yang setop buang air besar sembarangan.

Ibnu mengatakan, kasus buang air besar (BAB) sembarangan harus dihentikan dengan program nyata. Tahun ini pengentasannya dimulai di 21 kelurahan. Utamanya, kelurahan yang bersentuhan langsung dengan Sungai Martapura.

“Tahun ini, paling tidak kami fokuskan di 21 kelurahan. Kami berharap, ODF sudah terlihat seperti yang diharapkan. Dan tahun 2023 sudah bisa diselesaikan,” ucapnya di Balai Kota, baru-baru tadi. 

Ia menginginkan, jamban-jamban di sungai sudah tergantikan dengan yang lebih sehat. Solusinya bisa dengan mengalihkan dengan dibangun jamban komunal. Atau jamban yang menggunakan bio filter.

Kendati demikian, Ibnu mengakui upaya itu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Pasalnya, jamban-jamban tidak sehat yang masih berdiri di aliran sungai cukup banyak. “Ada lebih seribu jamban. Ini yang mesti dialih menjadi jamban komunal sehat,” ucapnya.

Sementara itu, pengentasan jamban yang tidak sehat merupakan tantangan tersendiri bagi insdtansi yang menangani. Kepala Dinkes Banjarmasin M Ramadhan menilai, masyarakat akrab dengan sungai. Aktivitasnya kental dengan air. Termasuk, keberadaan jamban yang saat ini masih ada.

Ia menyebut, persoalan jamban ini merupakan masalah yang serius dan perlahan harus segera dituntaskan. 

“Tentunya ini dijalankan secara sinergis bersama instansi terkait dan Forum Kota Sehat. Pada anggaran perubahan nanti, kami maksimalkan penanganan di 21 kelurahan,” ucapnya.

Ramadhan menekankan, langkah yang dilakukan tidak berhenti di anggaran perubahan saja. Perwujudan ODF akan diupayakan lagi masuk pada APBD murni tahun 2023.

“Dengan begitu, kami yakin target 80 persen ODF di Kota Banjarmasin bisa terwujud. Dan yang terpenting masyarakat bisa mendapatkan lingkungan sehat,” pungkasnya. (war)

 
 
 
Editor : izak-Indra Zakaria