Cuaca di Kalimantan Selatan terasa menyengat dalam sepekan terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan ada beberapa hal yang menjadi penyebab.
“Salah satunya, di wilayah Asia Selatan sedang terjadi gelombang panas yang mengakibatkan peningkatan suhu,” kata Prakirawan BMKG Stamet Syamsudin Noor, Rara Rahmita Nurafifah, (25/4). Selain itu, peningkatan suhu di wilayah Indonesia juga diakibatkan oleh gerak semu matahari yang mencapai puncak suhu maksimum pada April hingga Juni.
Untuk wilayah Kalsel, Rara menyebut, beberapa hari terakhir ini suhu maksimum tercatat mencapai 35 derajat celsius. “Ini masih normal, dan kemungkinan tidak ada peningkatan suhu yang terlalu signifikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, suhu panas akhir-akhir ini juga pernah terjadi pada tahun lalu. Bahkan, pada Mei 2022 pernah mencapai 35,8 derajat celsius. “Suhu maksimum ini juga dapat terjadi akibat minimnya tutupan awan, sehingga meningkatkan intensitas radiasi matahari yang mencapai ke bumi,” jelasnya.
Sementara itu, melalui akun instagramnya, BMKG pusat juga menyampaikan, penyebab pertama suhu panas di Indonesia ialah dinamika atmosfer yang tidak biasa. Selain itu, sedang terjadi gelombang panas di wilayah Asia.
“Suhu panas bulan April di Wilayah Asia selatan secara klimatologis dipengaruhi oleh gerak semu matahari: lonjakan panas tahun 2023 terparah,” jelas BMKG, Ahad (23/4). Penyebab lainnya yakni tren pemanasan global dan perubahan iklim. Gelombang panas atau heatwave semakin berisiko berpeluang terjadi 30 kali lebih sering.
BMKG menyebut, suhu panas juga lantaran Indonesia memasuki musim kemarau. Penyebab terakhir, intensitas maksimum radiasi matahari pada kondisi cuaca cerah dan kurangnya tutupan awan. Suhu di Indonesia tercatat paling panas, yaitu 37,2 derajat celsius, terjadi di Tangerang Selatan.
Sisi lain, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru, Goeroeh Tjiptanto menjelaskan, pada peta monitoring hari tanpa hujan, pada Dasarian II April 2023, wilayah Kalsel pada umumnya mengalami hari tanpa hujan dengan kriteria sangat pendek (1-5 hari). “Selain itu, terdapat juga beberapa wilayah mengalami hari tanpa hujan dengan kriteria pendek (6-10 hari),” katanya.
Ia merincikan, daerah yang mengalami hari tanpa hujan dengan kriteria pendek yaitu Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Tapin dan Tanah Laut. (ris/gr/fud)
Editor : izak-Indra Zakaria