Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Lyodra Ginting Gagal Datang, Penonton Tagih Refund Tiket

izak-Indra Zakaria • Rabu, 10 Mei 2023 - 15:49 WIB
KONSER MUSIK: Gelora Music Fest di Lapangan Brimob Polda Kalsel, Banjarbaru, pada 6-7 Mei kemarin memicu kegaduhan di medsos. : FOTO SURIANSYAH FOR RADAR BANJARMASIN.
KONSER MUSIK: Gelora Music Fest di Lapangan Brimob Polda Kalsel, Banjarbaru, pada 6-7 Mei kemarin memicu kegaduhan di medsos. : FOTO SURIANSYAH FOR RADAR BANJARMASIN.

Konser Gelora Music Fest (GMF) di Kota Banjarbaru pada 6-7 Mei kemarin memicu kegaduhan. Bukan karena musiknya yang kelewat kencang, tapi lantaran penyelenggara konser yang dicap amatiran oleh netizen. 

Dari delapan musikus, empat batal hadir. Bahkan sang penampil utama yang paling ditunggu-tunggu penonton: Lyodra Ginting. Penyanyi 19 tahun itu batal manggung lantaran bermasalah dengan jadwal penerbangan yang diurus event organizer. Lewat story Instagram, Lyodra menceritakan kekacauan itu. Dari simpang siur jam keberangkatan, hingga ketidakpastian tiket penerbangan. 

But, the show must go on… Hari pertama, Hindia tetap tampil. Tapi pada hari kedua, amarah penonton memuncak.

Banyak yang memadati area refund, meminta uang tiket mereka dikembalikan. Di hadapan penonton, perwakilan EO, Yung berjanji akan bertanggung jawab. “Kami akan berikan refund sesuai mekanisme dan secara bertahap,” ujarnya malam itu. Seorang MC, Hirzan Anggoro yang tak tahan dengan ocehan penonton, terpancing emosinya. Ia terekam memaki-maki penonton.

Lengkap sudah. Warganet pun mencap EO tidak becus dalam memilih MC. Belakangan, lewat medsos, Hizran menulis permintaan maaf. 

Sampai hari ini, ratusan penonton masih menagih komitmen EO untuk mengembalikan uang mereka.

Contoh Suriansyah. Pemuda Banjarmasin ini membeli dua lembar tiket untuk ditonton bersama pacarnya.

Ia merogoh hingga Rp500 ribu untuk kelas VIP dan reguler. “Mau nonton apa kalau artisnya bukan favorit kami? Belum lagi MC-nya kasar. Kurang adabnya,” keluhnya, Selasa (9/5).

Keluhan lainnya, jadwal konser yang berubah tanpa pemberitahuan. “Banyak penonton yang datang sudah tertinggal beberapa lagu,” bebernya.

Senada dengan dengan Suriansyah, penonton lainnya, Aqsa berujar mereka sudah mengorbankan materi, waktu dan tenaga. “Pasti banyak yang kecewa,” kata gadis asal Banjarmasin itu.

Sebab penonton tak hanya berasal dari Banjarbaru. “Banyak yang harus menginap. Tetapi mereka batal bertemu idolanya akibat kelalaian panitia sendiri,” cecarnya.

Dia menyoroti dua hal dari EO konser ini. Pertama, lemahnya kemampuan panitia dalam mengurus sebuah konser musik.

Kedua, gagal menenangkan kerumunan penonton yang kecewa. Seperti pemandu acara yang justru semakin membakar amarah pemegang tiket.

Lantas bagaimana dengan kepastian refund yang dijanjikan panitia?

Radar Banjarmasin berusaha menghubungi salah satu nomor yang tertera dalam pamflet promosi konser. “Bentar dulu ya, Kak,” tulisnya lewat pesan singkat, Selasa (9/5).

Sementara di akun resmi @geloramusicfest.bjb, diunggah permintaan maaf. Di sana dijanjikan refund sepenuhnya menjadi tanggung jawab EO. Mereka berjanji takkan melibatkan vendor, volunteer, sponsor, atau media partner. “Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memproses refund tiket dengan cepat dan efisien,” bunyi unggahan tersebut.

Sementara Lulu, warga Martapura ini memang bukan penonton. Tetapi dia salah satu penyewa tenant di area konser. “Buka tenda biar dapat cuan, tapi malah tak balik modal,” ujar perempuan 27 tahun itu. Maka, Lulu meminta panitia tak hanya terfokus pada refund. Sebab penyewa tenant juga berhak mendapat ganti rugi. “Kami juga dirugikan,” tegasnya.

Kegaduhan ini pun mendapat atensi dari Polres Banjarbaru. Kasat Intelkam Polres Banjarbaru, Iptu Didik mengatakan, pihaknya hanya memberikan rekomendasi. Sedangkan izin keramaian dikeluarkan Polda Kalsel. Rekomendasi diberikan karena penyelenggara konser telah memenuhi syarat. Menurut Didik, ini sangat berbeda dengan konser dua pekan sebelumnya di lokasi yang sama. Sebab konser tersebut tak sampai menuai komentar negatif. (zkr/fud)

Editor : izak-Indra Zakaria