Annang pun mengimbau penduduk setempat untuk waspada ketika beraktivitas di sungai. "Papan larangan sudah dipasang di sekitar sungai, mohon bisa ditaati," harapnya. (*)
Buaya Pelambuan masih bebas berkeliaran di kali Gang Safari, Banjarmasin Barat. Upaya pencarian selama sepekan terakhir oleh tim gabungan BPBD, Satpolair, dan Animal Rescue belum membuahkan hasil.
Ketua Tim Animal Rescue Banjarmasin, drh Annang Dwijatmiko mengatakan, pihaknya masih menunggu kiriman perangkap khusus buaya. "Kami masih menunggu kedatangan alat (perangkap) dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel," katanya, Jumat (10/5).
Sebab memakai jebakan yang ada, memancing dengan umpan ayam dan itik, terbukti tidak berhasil. "Sebenarnya bisa saja. Asal jangan banyak yang menonton," ujarnya. Semangat masyarakat menonton proses pencarian membuat buaya sepanjang 1,5 meter itu lebih waspada. "Langsung kabur ketika banyak orang," ujarnya.
Saking ramainya, buaya itu kini jarang menampakkan diri. "Laporan terakhir kemunculannya pada Rabu (8/5)," ungkapnya. "Mungkin muncul saja, tapi malam hari ketika warga tidur atau saat sepi," tambahnya. Soal opsi menembak buaya dengan jarum bius, Annang menyebutnya mustahil. "Kulit buaya itu keras, bisa-bisa jarumnya patah," tukasnya.
Beberapa hari sebelumnya, Selasa (7/5) siang, warga Gang 1007 menyaksikan seekor buaya di kolong rumah. Tetapi, ketika hendak dievakuasi buaya itu sempat kabur.
Gang 1007 bersebelahan dengan Gang Safari. Apakah itu buaya yang sama? Menurut Annang, ukuran buaya di Gang 1007 itu lebih kecil. Artinya, ada kemungkinan buaya lain yang berkeliaran di kawasan Pelambuan. "Iya, kemungkinan tidak hanya satu ekor," katanya.