"Biasanya saya memarkir motor di dalam RSGM (rumah sakit gigi dan mulut seberang mal)," tambahnya.Sebelum ditertibkan, parkiran di bahu jalan itu selalu berjubel dan kerap memicu kemacetan.
Kanit Kamsel Satlantas Polresta Banjarmasin, Ipda Donny mengatakan ada sejumlah kawasan yang disasar. Mulai dari Jalan Hasanuddin HM, Jalan Ahmad Yani kilometer 1, sampai ke Jalan Simpang Ulin.
Mereka yang tidak parkir di kantong parkir resmi pun ditindak. "Padahal sudah ada plang larangan parkir, tapi masih saja ada temuan," ujarnya. Penertiban berlangsung selama tiga hari. Siang dan malam. Ojek online (ojol) yang biasa mangkal di sana juga ditegur.
"Tapi ya begitulah masyarakat Banjarmasin, patuh saat ada polisi. Kalau sudah tak ada, mereka kembali lagi," kata Donny. Senada dengan Kepala UPTD Parkir Dishub Banjarmasin, Umar. Ia menyatakan penertiban sudah teramat sering. "Tapi mereka kembali lagi ketika tidak ada petugas," tambahnya.
Umar meminta pengelola pusat perbelanjaan untuk lebih memerhatikan ketersediaan lahan parkir. "Saya rasa, mereka yang parkir di sini karena menghindari tarif parkir di dalam mal," duganya.
"Enggan terbebani tarif parkir. Terutama para ojol, yang ke dalam pusat perbelanjaan hanya untuk mengambil pesanan," tambahnya. Umar berjanji ke depan akan berkoordinasi dengan pihak mal untuk mencarikan solusinya. (*)