Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Akibat Banjir Saat Hujan, DPRD Palangkaraya Minta Kaji Ulang Sistem Drainase

Indra Zakaria • 2024-02-25 11:50:00
BANJIR: Sejumlah pengendara melintas di Jalan Beliang yang tergenang air.
BANJIR: Sejumlah pengendara melintas di Jalan Beliang yang tergenang air.

 

Kubangan air menghiasi beberapa titik dalam Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Kenyataan ini menjadi perhatian serius kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya. Kalangan wakil rakyat meminta Pemerintah Kota Palangka Raya mengkaji ulang atau me-review sistem drainase.

Fokus utama itu dilontarkan wakil rakyat agar banjir tidak selalu terjadi saat hujan turun di Kota Cantik. Tidak hanya itu, DPRD juga menekankan Pemkot mendata para pengambang perumahan yang melakukan pembangunan tanpa memperhatikan saluran drainase. Selain itu, mereka juga menekankan pemerintah untuk menertibkan bangunan diatas drainase. Juga penegakan aturan hukum terkait pembangunan di seluruh wilayah kota Palangka Raya. Kepada Radar Sampit, anggota DPRD Palangka Raya Sigit Widodo menekankan terkait banjir atau genangan air, seharusnya dilaksanakan segara mengkaji ulang sistem drainase di kota Palangka Raya.

“Kita petakan ulang di seluruh wilayah di titik rawan banjir maupun genangan air, mana aliran primer maupun  sekunder dan penampungan air, dan mana sungai yang menjadi aliran keluarnya air dari kota ke sungai,” katanya. Kata Politisi PDI Perjuangan ini, developer yang membangun perumahan harus dan wajib  memperhatikan sistem drainase sehingga mengurangi dampak banjir. ”Itu harus hukumnya. Makanya bagi dinas terkait untuk memperketat perizinan pendirian bangunan maupun perumahan,” tegasnya. Ia menyampaikan, dinas terkait harus terus menertibkan bangunan-bangunan yang berada di atas parit dan harus tegas menegakkan sesuai aturan. ”Itu harus. Semua harus bersinergi dengan SOPD di Pemkot, karena ini terus berulang dan harus segera direspons baik, karena setiap hujan lebat maupun intensitas tinggi dan lama, maka genangan air (banjir) pasti terjadi,” imbuhnya. Ia menambahkan, meski begitu di sisi lain masyarakat harus juga sadar untuk membersihkan lingkungan sekitar terutama parit di depan rumah, tidak ada genangan air.

”Bersama-sama menjaga dan berikan langkah konkret dalam pembangunan Kota Palangka Raya,” ucapnya. Seperti diketahui, guyuran hujan sejak dini hari hingga siang hari, membuat genangan air di sejumlah tempat, Kota Palangka Raya dikepung banjir. Terlihat genangan terjadi di kawasan pemukiman hingga ruas jalan, seperti di Jalan Yos Sudarso, Temanggung Tilung, Krakatau dan beberapa tempat lainnya pada Rabu (21/2/2024). Bahkan di ruas Jalan Beliang terlihat air menggenangi ruas jalan. Sejumlah pengendara motor pun terlihat berbalik arah lantaran kondisi tersebut. Pengemudi mobil terpaksa harus hati-hati melewati kubangan air. Diduga, sebagian genangan terjadi lantaran hujan deras disertai drainase yang tidak optimal. Bahkan dampak genangan air, hewan berbisa dan ganas masuk halaman rumah warga. Sebelumnya, Penjabat (Pj) Wali Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu menyampaikan, pemerintah bersama masyarakat terus berupaya mengatasi genangan air dan banjir saat musim penghujan.

Pemkot Palangka Raya menggelar kerja bakti dengan melibatkan seluruh perangkat daerah. “Komitmen Pemerintah Kota Palangka Raya dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan kenyamanan hidup masyarakat. Masalah genangan air tersebut seringkali disebabkan oleh tumpukan sampah dan sedimen yang menghalangi aliran air di saluran drainase. Pemerintah tidak akan tinggal diam,” ujar Hera Nugrahayu. (daq/fm)

Editor : Indra Zakaria