BALIKPAPAN – Keluhan warga Kota Minyak ramai di media sosial terkait beragam proyek pembangunan. Salah satu yang terus mendapat sorotan perbaikan dan penanganan DAS Ampal.
Warga membicarakan bagaimana progres proyek yang lambat dan mengganggu aktivitas masyarakat. Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh mengatakan, selama proses pembangunan tentu pasti ada tanggapan positif dan negatif.
Namun dia memastikan DPRD Balikpapan dan Pemkot Balikpapan tak akan tinggal diam melihat proyek-proyek yang berjalan saat ini. “Biarkan tetap bergulir dan berproses sesuai mekanisme dan UU yang ada,” sebutnya.
Seperti diketahui, terakhir kali MAKI telah melaporkan proyek penanganan banjir dan perbaikan DAS Ampal ke KPK. “Masyarakat tolong bersabar, pemerintah tidak akan diam,” ungkapnya.
“Khususnya DPRD Balikpapan dalam melakukan tupoksinya pengawasan tidak pernah berhenti,” tambahnya. Abdulloh berpesan dalam HUT ke-78 Kemerdekaan RI, usia negara semakin bertambah dan kini menyongsong ibu kota.
“Rakyat Balikpapan waji bersiap dalam sumber daya manusia. Sehingga saat ibu kota sudah pindah ke Kaltim, kita tidak hanya menjadi penonton,” tuturnya. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menambahkan, momen HUT RI ini sebagai bentuk melanjutkan pembangunan para pendahulu.
Dia memohon maaf kepada warga jika harus akselerasi percepatan pembangunan. “Karena saya hanya mengabdi 3 tahun lebih, program anggaran hanya 2 tahun. Maka saya perlu percepat pembangunan,” ungkapnya.
Rahmad menambahkan, tentu pasti akan ada warga yang merasa aktivitasnya terganggu. “Tapi semoga ini tidak mengurangi semangat kita semua dalam membangun kota,” tutupnya. (din/pro/adv)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan