Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pj Bupati PPU Coffee Morning Bersama Forkopimda dan SKPD

Wawan-Wawan Lastiawan • Rabu, 18 Oktober 2023 - 03:43 WIB
Photo
Photo

PENAJAM- Menyatukan persepsi untuk memajukan daerah Penajam Paser Utara (PPU), Pj Bupati PPU Makmur Marbun menggelar coffee morning duduk bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) PPU. Berhelat di Aula Lantai I kantor Bupati PPU, beragam pembahasan didiskusikan. Salah satunya, pembangunan PPU yang merupakan bagian Ibu Kota Nusantara (IKN). Di mana menurut Makmur Marbun pembangunan tersebut merupakan isu sensitif itu akan cepat didengar se- Indonesia maupun dunia international, Jumat (13/10). Turut hadir dalam kegiatan itu, Ketua DPRD PPU Syahruddin M Noor, Kapolres PPU AKBP, Hendrik Eka Bahalwan, Kajari PPU Agus Chandra, Sekda PPU Tohar hingga pimpinan SKPD PPU.

"Sebenarnya enggak ada yang baru dibahas. Forkopimda ini sudah lama buat, ada regulasi dan undang-undangnya mengatur. Saya hanya melaksanakan yang ada di undang-undang tersebut, itu saja sebenarnya," kata Marbun ditemui usai coffee morning.

Dalam kegiatan itu juga, Marbun menyampaikan terkait 8 Peraturan Bupati (Perbup) yang harus sudah di jalankan di tahun 2024 nanti. Salah satunya kesepakatan dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di lingkungan wilayah kerja Pemkab PPU.

"Mulai tahun depan, semua SKPD harus sudah menggunakan paperless office. Untuk mengelola semua administrasi dengan beralih ke dokumen digital. Tidak lagi memakai kertas. Jadi, semoga di APBD 2024 tidak ada lagi penganggaran itu," ujarnya.

Selain membahas isu-isu aktual lainnya seperti kebakaran hutan, kekeringan dan ketersediaan pangan di PPU. Terdapat pula pembahasan terkait operasional unit kendaraan dinas.

"Tadi Ketua DPRD PPU Syahrudin M Noor juga menyampaikan bahwa banyak kendaraan dinas dan biaya perawatannya sangat tinggi. Kalau kita diperkenankan menyewa mobil, yah kita menyewa saja," jelasnya.

Realistisnya, lanjut Marbun, terakit rencana perentalan unit kendaraan tersebut dapat lebih menghemat APBD daerah.

"Bukan tidak boleh dalam pengadaan tersebut. Kalau seandainya kita menyewa mobil, tinggal kita pakai. Perawatannya silakan dilakukan oleh yang menjadi mitra kita. Biar transparan. Jadi ke depannya bisa saja kita adakan kendaraan. Silakan saja namun dengan cara-cara yang efektif dan efisien seperti rental atau sewa pertahunnya supaya perawatannya dan safetynya terjamin," ucapnya.

Disingung terkait unit kendaraan yang sudah lama ada, dirinya juga akan melihat dulu kondisinya seperti apa karena sudah bertahun - tahun.

"Kalau itu setiap bulan harus dilakukankan perawatan, yah habis APBD kita. Akan kita lakukan pengamatan, karena kendaraan itu juga untuk melakukan pelayanan ke masyarakat" tungkasnya. (kim/adv/pro) 

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#ADV PEMKAB PPU