Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Api Menyembur dari Jaringan Gas

adminbp-Admin Balpos • Jumat, 3 Mei 2019 - 18:30 WIB
BAHAYA: Lahan eks kebakaran di Gang Buntu memunculkan semburan api yang berasal dari pipa jargas warga.
BAHAYA: Lahan eks kebakaran di Gang Buntu memunculkan semburan api yang berasal dari pipa jargas warga.

BALIKPAPAN - Warga Gang Buntu, Jalan Sulawesi RT 51 yakni di TKP eks kebakaran beberapa waktu lalu kembali heboh. Kali ini kepanikan warga timbul lantaran mendapati semburan api yang keluar tanpa henti dari bawah tanah sejak tiga hari lalu atau pada Selasa (30/4).

Semburan api tersebut tidak berhenti dan membakar puing-puing dan reruntuhan yang ada di sekitarnya. Awalnya warga tidak mengira bahwa api tersebut merupakan semburan gas. Kecurigaan warga muncul ketika api terus menyala hingga dua hari berturut-turut tanpa henti. Warga mencoba mendekati semburan api tersebut, namun setelah disiram menggunakan air, api bukannya padam namun malah membesar.

"Awalnya kami kira ada orang bakar sampah, jadi kami biarin aja. Pas besoknya kok nggak berhenti apinya. Jadinya saya sama warga coba cek. Kami sudah siram berkali-kali juga nggak mati-mati. Barulah kami lapor ke BPBD," ungkap Asriadi, warga RT 52 yang berada persis di depan rumahnya.

Awal kemunculan api menurut Asriadi saat warga eks lokasi kebakaran itu tengah membakar bekas puing-puing dan sampah di lahan tersebut. Diduga dari pembakaran ini memicu semburan gas yang keluar dari pipa jaringan gas (jargas) warga yang sebelumnya bocor akibat pipa jargas melelah saat terjadi kebakaran.

"Nggak tahu darimana sumbernya, tapi ini kayaknya jargas. Awalnya ada yang bakar sampah, nah habis itu muncul sudah api ini nggak berhenti-henti," katanya.

Salah seorang warga RT 47, Iwan yang tak jauh dari lokasi kejadian membenaran kemunculan api bersumber dari pipa jaringan gas. Sebab usai insiden kebakaran warga sedikit mencium bau gas yang keluar ketika mendekati titik semburan gas tersebut. Kecurigaan kembali menguat setelah beberapa hari kemudian warga sekitar tak bisa menyalakan kompor gasnya yang menggunakan aliran jargas.

"Ini kan ada 3 pipa, salah satunya mengalir ke rumah saya. Pipanya itu meleleh karena kebakaran. Bagaimana tidak saat kebakaran itu pipa ini kan ditanam tidak pada kedalaman yang seharusnya, ini cuma sekitar 10 centimeter aja, harusnya lebih dalam agar tidak terbakar seperti ini. Pas kami dekati ada bau gas," ungkap Iwan.

Sampai Kamis (2/5) pukul 01.30 wita petugas jargas mematikan aliran yang menghubungkan langsung ke lokasi kejadian. Seketika api mulai mengecil dan kemudian ditutup warga dengan tanah. Polisi melakukan pembatasan lokasi eks kebakaran dengan memasang police line. (yad/yud)

 

PERTAGAS AKUI API KELUAR DARI PIPA JARGAS

Pasca mendapatkan laporan insiden semburan api yang diduga keluar dari pipa jargas, Pertagas Niaga menurunkan timnya untuk melakukan investigasi dan pengecekan di lapangan. Saat tim memeriksa kondisi di lapangan, memang benar ditemukan pipa jargas yang meleleh dan mengeluarkan bau gas. Pipa tersebutlah yang mengeluarkan api akibat tersulut oleh kegiatan bakar-bakar warga. 

Humas Pertagas Niaga Balikpapan, Hera mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan investigasi dan saat ini tengah dirapatkan oleh timnya sebagai bahan evaluasi. Ia membenarkan pipanya meleleh akibat insiden kebakaran sebelumnya. Dan adanya semburan api yang keluar diduga ada pemantik api yang disebabkan aktivitas bakar-membakar dilokasi kejadian.

"Ya pipanya meleleh dari kebakaran sebelumnya. Kalau sumber api itu menurut hasil tinjauan tim di lapangan, informasi dari warga katanya disitu sebelumnya ada aktivitas pembakaran sehingga mungkin memantik api. Namun masih kami rapatkan dan kami investigasi," kata Hera saat dihubungi kemarin.

Ditanyai soal kekuatan pipa jaringan yang berada di rumah-rumah warga, diakui Hera memang untuk pipa distribusi yang ke pelanggan tidak berbahan anti api. Berbeda dengan pipa induk yang menggunakan bahan anti api.

"Kalau untuk pipa distribusi yang ke pelanggan nggak anti api. Tapi pipa induk baru anti api mas. Kalau pipa distribusi kami terbuat dari Polyetlyne mas. Kalau pipa induk dari carbonsteal," jelasnya.

Usai kejadian pihaknya tengah berusaha menormalkan kembali aliran jargas yang berada disekitanya. Sebab pelanggan mengeluh tidak bisa memasak lantaran tidak teraliri gas karena sedang dalam tahap perbaikan pasca semburan api tersebut. Namun proses penormalan tak membutuhkan waktu lama, sekira pukul 13.0p wita Hera memastikan proses penormalan sudah berjalan lancar.

"Saat ini sudah normal kembali mas, masyarakat sudah bisa masak kembali," tutupnya. (yad)

Editor : adminbp-Admin Balpos