Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tersingkir Karena Zonasi, 30 Remaja Akhirnya Dapat Bersekolah

adminbp-Admin Balpos • 2019-07-23 09:51:09

BALIKPAPAN-Masih ingat 30 pelajar di sembilan RT Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, yang bersedih dan mengurung diri di kamar karena tidak diterima di SMP Negeri 11 Balikpapan Utara, beberapa waktu yang lalu? Setelah orangtua dan ketua RT mereka melakukan berbagai macam upaya seperti menghadap ke sekolah, ke kelurahan, bahkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, akhirnya perjuangan mereka membuahkan hasil. 

Informasi terbaru yang dihimpun Balikpapan Pos, setelah melakukan berbagai macam upaya, 30 remaja tersebut akhirnya bisa melanjutkan pendidikannya di dua SMP Negeri Kota Balikpapan. Mereka semuanya dibagi di dua sekolah, yakni SMPN 11 dan SMPN 15 Kota Balikpapan. 

"Dari 30 remaja yang kami data kemarin, yang tidak diterima di SMP 11 dari beberapa RT, saat ini mereka sekarang sudah mengikuti proses belajar mengajar di SMP 11 dan SMP 15," ujar Ketua RT 25 Sidiq Nur Alam kepada Balikpapan Pos, Senin (22/7) siang. 

Ditambahkannya lagi, awalnya dari 30 remaja itu, tujuh orang diterima di SMP 11. Dan sisanya, sesuai arahan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, didaftarkan ulang di SMP 15 yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta Km 9 Balikpapan Utara. 

"Pertama tujuh remaja diterima di SMP 11, selebihnya didaftar di SMP 15, terakhir hari Sabtu (20/7) kemarin kami melakukan pendaftaran ulang di SMP 15. Alhamdulillah semua sudah bisa melanjutkan sekolahnya," pungkas Sidiq. 

Sebelumnya, 30 remaja di beberapa RT di Kelurahan Graha Indah, terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP karena terhalang sistem zonasi. Padahal rumah mereka hanya berjarak 1 Km dari SMP 11 Kota Balikpapan. Puluhan remaja itu merupakan warga yang tinggal di RT 1, RT 22, RT 24, RT 25, RT 26, RT 27, RT 28, RT 31, dan RT 58 Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara. 

Karena tidak diterima di sekolah, saat hari pertama masuk tahun ajaran 2019/2020, beberapa remaja tampak bersedih dan mengurung diri di kamar. Oleh karena itu, para ketua RT dan orangtua masing-masing pun melakukan pendataan hingga menghadap ke Disdikbud Balikpapan, hasilnya pun generasi masa depan bangsa tersebut akhirnya bisa bersekolah. (m4/san)

Editor : adminbp-Admin Balpos