TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) rutin melakukan revitalisasi museum setiap tahunnya.
Kepala Bidang Pengembangan Pemukiman, Penataan Bangunan dan Jasa Konstruksi DPUPR Berau, Jimmy Arwi Siregar mengatakan, tahun ini pihaknya telah mengucurkan anggaran untuk revitalisasi museum sebesar Rp 200 juta, melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2022. Anggaran itu sudah termasuk biaya konsultan dan pekerjaan fisiknya.
“Untuk biaya konsultan dan pekerjaan fisiknya itu, sudah kita selesaikan ,” ujarnya di sela kegiatan meninjau Stadion Olympic Mini Teluk Bayur, belum lama ini.
Disebutnya, adapun beberapa museum yang mendapat revitalisasi di antaranya Museum Gunung Tabur, Keraton Sambaliung dan Museum Batu Bara Teluk Bayur. Dalam hal ini pihaknya pun telah melakukan survei bersama pemelihara objek wisata tersebut, terkait apa saja kebutuhan revitalisasi yang akan dilakukan nanti.
“Seperti pada Museum Gunung Tabur, ada beberapa bangunan yang mengalami deformasi atau penurunan, atapnya bocor, dan halaman selalu tergenang apabila air sungai naik. Hingga beberapa spot dalam area museum tidak terawat. Makam para raja juga sering tergenang kalau hujan deras atau air sungai naik,” bebernya.
Kemudian, pada Keraton Sambaliung ditemukan atap, halaman, pagar, dan beberapa titik dalam area museum yang tidak terawat. Maka dilakukan pekerjaan pengecatan seluruh bangunan mulai dari dinding luar, daun pintu hingga jendela.
Lanjutnya, penggantian kunci, serta penggantian beberapa titik lantai dan dinding yang rusak. Termasuk penggantian lampu-lampu yang sudah mati.
“Kalau untuk Museum Batu Bara Teluk Bayur, yang akan kami perbaiki jalan masuknya, plafon, pintu, dinding, atap sampai pembersihan lokasi di sekitar museum itu sendiri,” jelasnya.
Namun diakuinya, untuk di Anggaran Belanja Tambahan (ABT) ini baru mengakomodir perencanaan saja. Di mana museum yang masuk dalam perencanaan yakni Museum Gunung Tabur dan Keraton Sambaliung. Sedangkan Museum Batu Bara Teluk Bayur juga masuk dalam perencanaan, tetapi nomenklaturnya yakni rehabilitasi. Jadi bukan revitalisasi untuk Museum Batu Bara Teluk Bayur.
“Keraton Sambaliung sendiri sudah ada pekerjaan rehabilitasi di APBD murni 2022,” katanya.
Dirincikannya, masing-masing pagu untuk Museum Gunung Tabur yakni sebesar Rp 59.637.800, Museum Batu Bara Teluk Bayur sebesar Rp 89.968.700 dan Keraton Sambaliung sebesar Rp 59.637.800.
“Jika tidak ada halangan, semoga semua pekerjaan fisik tahun depan sudah bisa mengcover semua sesuai hasil perencanaan tahun ini,” tuturnya. (mar/arp)
Editor : uki-Berau Post