TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau Ilyas Natsir mengutarakan, kunjungan wisatawan mengalami peningkatan signifikan, hingga Desember ini.
Diutarakan Ilyas, jika tahun lalu kunjungan wisatawan mencapai 150 ribu jiwa, tahun ini mengalami peningkatan sebanyak 125 ribu orang. Meningkatnya kunjungan ini, membawa angin segar bagi pelaku pariwisata. Serta pemulihan ekonomi bagi masyarakat Bumi Batiwakkal.
“Selain meredanya Covid-19, banyaknya wisatawan memang masih didominasi wisatawan nusantara (wisnu), jadi jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh,” bebernya kepada awak media kemarin (11/12).
Dalam menyambut Natal dan Tahun Baru 2023, kunjungan wisatawan dipastikan akan kembali meningkat. Terlebih masuknya maskapai Citilink, yang telah memberi pengaruh pada penurunan harga tiket pesawat, walau belum terlalu signifikan. Sebab sebelum Citilink masuk, harga tiket pesawat menembus angka Rp 1,8 juta dari Berau-Balikpapan dan sebaliknya. Namun saat ini, sudah menyentuh angka Rp 1 juta. “Saya yakin, kunjungan wisatawan akan meningkat,” katanya.
Di sisi lain, Ilyas menambahkan, pembenahan akses pariwisata juga dilakukan secara bertahap, walau dengan anggaran yang terbatas. Hal itu juga memberi pengaruh pada peningkatan kunjungan wisatawan ke objek-objek wisata di Bumi Batiwakkal. Termasuk kegiatan pelatihan kepada pemandu pariwisata, baik di Pulau Derawan, Maratua, maupun Bidukbiduk.
“Memang kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) masih kurang dari 100 ribu. Karena mahalnya tiket kemarin," tuturnya.
Disebutnya, masih ada pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan. Yakni mengalihkan akses wisatawan yang datang dari Tarakan menuju Derawan dan Maratua. Agar motoris speedboat di Tanjung Batu, juga bisa menikmati rezeki dari kunjungan wisatawan. Terlebih untuk Tanjung Redeb, selaku pusat kota, merasa rugi, karena kurangnya kunjungan wisatawan yang singgah di Tanjung Redeb.
“Jika melalui Bandara Kalimarau, bisa diatur dan didata. Tapi jika melalui Kaltara, sulit didata. Apalagi akses masuk dua pulau tersebut, tidak satu pintu,” ucapnya.
Ilyas berharap, tahun depan semakin banyak maskapai yang masuk ke Bumi Batiwakkal, agar bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata. “Ya, bisa dilihat masuknya Citilink, persaingan harga terjadi. Apalagi jika ada maskapai lain yang masuk lagi,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau Bambang Hartato mengatakan, masuknya maskapai Citilink membuat persaingan dunia penerbangan di Berau semakin sehat. Sebab nyaris dua tahun Berau hanya dilayani oleh satu maskapai penerbangan saja. “Momennya tepat, karena menjelang Natal dan Tahun Baru,” katanya.
Dikatakan Bambang, jenis pesawat yang digunakan Citilink yakni ATR-72 600 dengan kapasitas maksimum 78 penumpang.
Kehadiran Citilink membuat masyarakat maupun wisatawan memiliki pilihan untuk menggunakan jasa maskapai penerbangan. (hmd/udi)
Editor : uki-Berau Post