Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Mellisa Thendra, Kisah Indah dari Pelanggan Pertama

izak-Indra Zakaria • Minggu, 14 April 2019 - 18:51 WIB

GEMAR melukis sejak kecil, Mellisa Thendra memutuskan ingin menjadi perancang busana. Selain hobi, dia ingin mempermudah masyarakat Kalimantan mendapatkan gaun pengantin impian. Tidak perlu jauh-jauh ke Pulau Jawa, sebab sudah ada satu anak daerah yang kembali ke Kota Tepian dengan pengalaman yang setara dan bisa menjadi jawaban atas keluh kesah sang calon pengantin.

SAAT disambangi di kediamannya, Perumahan Citraland City Samarinda, Mellisa Thendra menyambut dengan senyum. Istana kecil yang menjadi tempat keluarganya berteduh itu sekaligus tempat kerja Mellisa yang berprofesi sebagai perancang busana sejak 2015.

Mellisa memperlihatkan ruang kerjanya yang sederhana dan memiliki nuansa putih. Meja kerja dan rak-rak yang berisi sertifikat menjadi pemandangan pertama. Pada sisi lain, terlihat belasan gaun hasil dari karyanya.

“Nah, di sini ruang kerja saya. Kalau lagi ada project buat baju, saya merenung di ruangan ini dulu dengan satu laptop dan belasan kertas untuk menggambar baju. Di sini juga jadi tempat sementara saya menyimpan koleksi baju,” ungkapnya.

Mellisa kecil diikutkan kursus menggambar dari SD oleh sang ibunda, Lia Haryanto. “Belum langsung desain baju. Dari kecil, saya itu doyan banget nonton anime atau film kartun Jepang. Walhasil, manga anime pun menjadi hal yang saya suka juga saat menggambar. Ya seleranya masih sama seperti gambaran bocah-bocah pada umumnya,” ungkapnya lalu tertawa malu.

Menyadari dirinya beranjak remaja, selera menggambar pun berubah. Dia mengaku malah tertarik menggambar busana dibanding anime. “Nah, lambat-laun saya mulai merasa lebih suka gambar baju daripada orangnya. Singkat cerita, akhirnya saya komitmen dengan diri sendiri untuk jadi perancang busana suatu hari nanti,” bebernya tegas.

Menjelang ujian akhir SMA, Mellisa mencari referensi sekolah desainer untuk melanjutkan impiannya saat SMP. Dia merasa sekolah desainer menjadi pilihan tepat dibanding daftar di universitas jurusan serupa.

KREATIF: Ide selalu datang darimana saja. Namun bagi Mellisa, tidak perlu berjalan-jalan demi mendapatkan ide. Merenung di ruang kerja sembari membuka laptop, dengan sendirinya ide kreatif muncul.

 

“Saya kurang tertarik kalau kuliah. Sebab, saya ini cuma mau ilmu merancangnya saja. Kalau kuliah kan ada pelajaran umum seperti bahasa, dan ekonomi. Bukannya sok pintar, tapi saya benar-benar ingin fokus merancang saja,” imbuh perempuan kelahiran 1995 itu.

Pilihan jatuh pada Arva School of Fashion di Surabaya. Pada 2014, Mellisa resmi menjadi murid dengan masa studi selama enam bulan. “Sempat kaget, karena enggak nyangka sesulit ini. Biasanya cuma tahu gambar busana saja, eh rupanya seorang perancang busana juga harus paham bagaimana memecah pola, menjahit, dan paham setiap karakter dari jenis-jenis kain. Tapi, semua itu saya jalani tanpa rasa beban sama sekali,” ujarnya.

DEWI BUNGA: Berpartisipasi dalam ajang fashion show di Jakarta membuat Melissa sempat frustasi harus membuat konsep baju seperti apa. Berjam-jam merenung dalam kantor hingga tercetus tema khloris.

 

Hingga 2015, perempuan berambut pendek itu merampungkan sekolahnya. Meski sempat dihantui rasa takut, akhirnya Mellisa memberanikan diri menerima pesanan membuat baju pertama kalinya.

“Masih baju yang ready to wear tapi saya sendiri yang kerja. Mulai dari desain, pemilihan kain, hingga jahit. Pas dapat orderan pertama kali itu senangnya bukan main dan benar-benar bekerja dengan penuh senyuman,” jelas perempuan alumnus SMA Kristen Sunodia itu.

Tidak menyangka, bahwa kepuasan pelanggan pertama mampu menjadi alasannya terus semangat menerima orderan baju. Sanjungan dari klien pertama, masih terkenang hingga kini dirinya menjadi spesialis gaun pengantin dan kebaya. (*/nul*/rdm2)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Sosok #sosok inspirasi