PENAJAM- Komposisi kursi pimpinan di DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi berubah. Dominasi Partai Golongan Karya (Golkar) selama tiga periode di legislatif resmi berakhir. Digantikan Partai Demokrat, yang merebut kursi ketua DPRD PPU. Dengan raihan empat kursi.
Berdasarkan hasil pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilu tingkat Kabupaten PPU di Graha Pangeran Singa Negara, yang dimulai sejak Sabtu (4/5) dan berakhir Minggu (5/5) dini hari, Partai Demokrat menjadi peraih suara terbanyak dalam pemilu legislatif (pileg) DPRD Kabupaten PPU. Partai belambang mercy ini berhasil mengantongi 16.567 suara. Disusul Partai Golkar sebesar 13.211 suara, lalu Partai Gerindra sebesar 12.882 suara dan PDIP dengan raihan 11.042.
Namun, berdasarkan penghitungan perolehan kursi DPRD, yang termakrub dalam Pasal 415 ayat (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, suara sah dibagi dengan bilangan pembagi 1. Dan diikuti secara berurutan oleh bilangan ganjil 3, 5, 7 dan seterusnya, maka jatah kursi pimpinan DPRD, secera berurutan diraih Partai Demokrat, Partai Gerindra dan PDIP yang masing-masing mengumpulkan empat kursi. Sementara Partai Golkar, harus terdepak dari kursi pimpinan DPRD.
Lantaran hanya berhasil mengumpulkan tiga kursi. “Masing-masing satu kursi di dapil (daerah pemilihan) Penajam, Sepaku, dan Waru-Babulu,” kata Sekretaris DPC Partai Golkar Kabupaten PPU Muhammad Yusup yang dihubungi harian ini, kemarin.
Pada pemilu tahun 2014, partai berlambang beringin ini meraih kursi terbanyak. Dengan jumlah lima kursi. Untuk dapil Penajam dan Waru-Babulu, Partai Golkar masing-masing mengumpulkan dua kursi. Sementara di dapil Sepaku, hanya satu kursi. Pada pemilu 2019, hanya tiga caleg petahana yang mendaftarkan diri kembali. Yakni Muhammad Yusup dan Jamaluddin untuk dapil Penajam, dan Fadliansyah untuk dapil Waru-Babulu.
Namun, hanya Muhammad Yusup yang bakal melenggang kembali untuk berkantor di DPRD PPU. Untuk dapil Waru-Babulu bakal diisi wajah baru, yakni Andi Iskandar Hamala. Termasuk dapil Sepaku, yang akan diisi oleh Sakka. Terhadap hasil perolehan tersebut, Muhammda Yusup mengaku masih belum menerima salinan penghitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten PPU. “Sabar dulu ya, tunggu datanya lengkap dan diserahkan kepada kami,” ungkap dia.
Sementara itu, Partai Demokrat mendapat tambahan satu kursi untuk dapil Sepaku. Tiga caleg petahana, kembali melenggang ke DPRD. Yakni Syahrudin M Noor untuk dapil Waru-Babulu, serta Jhon Kenedi dan Syarifuddin HR untuk dapil Penajam. Muhammad Bijak Ilhamdani, yang juga putra sulung Wakil Bupati Hamdam menambah kekuatan Partai Demokrat untuk dapil Sepaku. “Terima kasih kepada masyarakat atas raihan dalam pemilu kali ini,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten PPU Syahrudin M Noor.
Pun demikian dengan Partai Gerindra. Pada periode sebelumnya, meraih tiga kursi. Namun hanya dua caleg petahana yang kembali bertarung pada pemilu tahun ini. Yakni Suyadi untuk dapil Penajam dan Sujiati untuk dapil Waru-Babulu. Caleg petahana yang berhasil lolos kembali hanya Sujiati. Dan bertambah tiga wajah baru.
Yakni Raup Muin dan Adla Dewata untuk dapil Penajam. Dan Abdul Rahman Wahid yang mengisi dapil Sepaku. Termasuk PDIP, yang masih didominasi caleg petahana. Yakni Sudirman dari dapil Waru-Babulu, lalu Hartono Basuki dari dapil Sepaku, dan Muhammad Taufiq Yohansyah dari dapil Penajam. Namun Sudibyo yang merupakan caleg petahana harus digantikan Syamsuddin untuk dapil Penajam. “Inilah kondisi di lapangan. Kita sudah berupaya dengan target enam kursi, tapi bertahan empat kursi. Patut disyukuri,” ujar Ketua DPC PDIP Kabupaten PPU Sudirman.
Sementara itu, partai lainnya, seperti PKS tetap mempertahankan dengan 3 kursi yang kembali diisi caleg petahana . Seperti Wakidi untuk dapil Waru-Babulu, Sariman dapil Sepaku, dan Thohiron dapil Penajam. Lalu PAN dan PBB, masing-masing sebanyak 2 kursi. Untuk PBB, masih diisi caleg petahana, yakni Syamsuddin Alie dapil Waru-Babulu dan Rusbani dapil Penajam. Sedangkan PAN, untuk dapil Waru-Babulu masih diisi Zaenal Arifin.
Sedangkan dapil Penajam, diisi wajah baru, Hasri Sahri menggantikan Nisfahul Jannah. Dan yang mengalami penambahan adalah PKB, dari periode sebelumnya hanya 1 kursi, bertambah menjadi 2 kursi. Pada periode ini, diisi wajah baru, menggantikan Muhammad Zaidsyah yang tidak maju kembali mencalonkan kembali. Yakni Adjie Noval Endyar dapil Penajam dan Irawan Heru Suryanto dapil Waru-Babulu. Dan satu kursi diisi oleh Perindo, yang meloloskan M. Arif Albar untuk dapil Penajam. (*/kip)
Editor : izak-Indra Zakaria