BALIKPAPAN - Sejak malam hingga jelang sahur, anggota Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba) Polda Kaltim menggagalkan peredaran sabu. Enam terduga pelakunya diamankan di lokasi berbeda.
Total barang bukti didapati dari Jumat (10/5) hingga Sabtu (11/5) dini hari, ada 5,6 gram. Pelaku itu inisial Al (22), Ar (20), Ms (19), Fi (18), Nh (21) dan Ts (30). Sepekan sebelum ditangkap, polisi mendapatkan informasi bakal ada transaksi di kawasan salah satu hotel di Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan.
Dua orang tadi setelah diawasi, kemudian diamankan. Ts dan Ms digeledah masing-masing didapati sabu 0,30 gram. Malam itu pula setelah keduanya diinterogasi, polisi berpencar. Ada yang ke rumah kawasan Somber, Balikpapan Utara dan Projakal Km 5, Graha Indah.
“Inisial Al, Ar, dan Nh kami amankan di Projakal,” terang Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana bersama Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Akhmad Shaury. Ada tiga paket sabu siap edar diamankan, total 2,30 gram.
Penangkapan di lokasi Somber, polisi mengamankan Fi dengan sabu 3 gram. “Diduga berkaitan. Namun, ini masih kami kembangkan lagi,” ujarnya. Seluruh sabu tadi rencananya ada yang dijual, ada pula dikonsumsi pelaku.
Pengungkapan narkoba pada Ramadan ini, Rabu (8/5) lalu dilakukan pula Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim di Samarinda. Ada 13 orang diamankan. Tiga di antaranya pengedar, sisanya pembeli.
Penangkapan oleh tim gabungan BNNP Kaltim dan BNK Samarinda terjadi di Jalan Belatuk, VII RT 21, Kelurahan Temindung Permai, Samarinda Utara. Ada 590 poket dengan berat 253,7 gram sabu diamankan.
Pengedar yang diamankan yakni Irsyan Julian Alias Iksan (17), warga Jalan Kesejahteraan I, Rijal alias Ical (19), warga Jalan A Yani Sungai Pinang Dalam dan Jamaluddin Alias Oleng (38) warga Jalan Belatuk.
Dari pengedar ini, petugas menyita uang Rp 4,5 juta, sabu 590 poket berat 253,7 gram dan satu motor merek Honda Vario. Sementara pembelinya Rizky Irawan (20), Rony (32), M Akas (40), M Rais (40), Supiansyah (45), Tandra Sula (38) dan Anto (30).
Menurut Ade, peredaran dan penyalahgunaan narkoba pada Ramadan ini tak membuat pelaku insaf. “Masih terus aksi. Karena selain sudah bisnis, ada efek ketergantungan,” jelasnya. Pihaknya bersama instansi terkait terus melakukan pemberantasan narkoba. (aim/kri/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria