Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Uskup di Selandia Baru Mundur

izak-Indra Zakaria • Senin, 7 Oktober 2019 - 16:24 WIB

WELLINGTON - Seorang uskup di Selandia Baru mengundurkan diri setelah seorang perempuan menuduhnya melakukan perilaku seksual yang tidak pantas. Pihak Gereja Katolik Selandia Baru tengah menyelidiki lebih lanjut tuduhan ini.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (5/10), Uskup Agung Metropolitan Selandia Baru, Kardinal John Dews, dalam pernyataannya menyatakan Paus Fransiskus telah menerima pengunduran diri Uskup Charles Drennan dari Palmerston North.

"Uskup Drennan mengajukan pengunduran diri kepada Paus Fransiskus menyusul penyelidikan terhadap laporan soal perilaku seksual tidak pantas," demikian pernyataan Kardinal John Dews yang dimuat situs Konferensi Keuskupan Katolik Selandia Baru.

"Bisa dikonfirmasikan bahwa Paus Fransiskus telah menerima pengunduran diri itu," imbuhnya.

Badan penyelidikan independen pada Gereja Katolik Selandia Baru, Kantor Standar Profesional Nasional (NOPS) tengah menyelidiki tuduhan yang dilaporkan seorang perempuan yang dirahasiakan identitasnya itu.

"Di mata Gereja Katolik, perilaku Uskup Drennan sungguh tidak bisa diterima, dan pihak gereja mendukung penuh wanita muda yang melapor ke NOPS," sebut Dews dalam pernyataannya.

Lebih lanjut dituturkan Dew bahwa perempuan yang melaporkan Drennan telah diberi tahu soal pengunduran diri ini. Detail soal perilaku tidak pantas Drennan dirahasiakan dari publik.

"Gereja Katolik tidak menoleransi setiap perilaku tidak pantas dari setiap anggotanya," tegas Dew dalam pernyataannya, sembari mendorong siapa saja yang mengalami insiden serupa untuk segera melapor ke gereja atau polisi.

Diketahui bahwa Drennan (59) ditahbiskan menjadi pastur sejak 1996. Dia resmi menjadi uskup pada 2011 dan ditugaskan di Palmerston North sejak 2012. Sebelumnya dia bekerja pada Sekretariat Negara Vatikan di bawah mendiang Santo Yohanes Paulus II dan Paus Benediktus XVI. Baru-baru ini, Drennan menjadi bagian dari kelompok Katolik yang mewakili pihak Gereja Katolik dalam penyelidikan terhadap pelecehan anak-anak pada masa lampau. (nvc/idh/int/abi2/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Mancanegara