Lebar jalan sekitar 7 meter. Kondisinya belum “menghitam” alias beraspal. Tentunya, mengancam warga ketika hujan. Jalanan lebih licin dan pengendara harus meraba-raba jalan yang lebih baik.
GUNUNG TABUR–Jalan di kampung belum beraspal, Kepala Kampung Tasuk Faridah bak mengemis perhatian Pemkab Berau. Namun, warga di sana tidak bisa berbuat banyak.
Dia mengatakan, selama ini, warga di Kampung Tasuk selalu menginginkan infrastruktur memadai. Salah satunya, akses jalan yang berlapis aspal.
"Kami berharap, tahun depan masalah infrastruktur jalan bisa diselesaikan,” katanya saat diwawancarai Berau Post (jaringan Kaltim Post Group), beberapa waktu lalu.
Keinginan warganya itu, lanjut Faridah, dianggap sangat wajar. Serupa pasti diharapkan seluruh masyarakat pada umumnya. Menurut dia, ruas jalan di Kampung Tasuk memang sudah selayaknya perlu diaspal.
“Warga cukup kesulitan melintas di kampung itu, terlebih saat musim hujan,” ujarnya.
Warga Kampung Tasuk, Nurdin, membenarkan di kampungnya belum pernah terjamah pengaspalan. Kondisi jalan yang masih berupa tanah kuning, dianggap sudah menghambat aktivitas warga. Membuat kondisi jalan menjadi licin.
“Anak-anak sekolah di luar Tasuk terpaksa tidak berangkat, jalan sulit dilewati,” tuturnya. "Tak jarang juga masyarakat kami tergelincir saat musim hujan. Saat membawa barang akan terjatuh," sambungnya. Pengaspalan, menurut dia, segera dilakukan Pemkab Berau.
Supaya membantu masyarakat yang notabene mengandalkan sektor pertanian, agar akses jalan bisa mempermudah memobilisasi hasil pertaniannya. “Pembangunan jalan yang memadai sudah dirindukan sekali masyarakat seperti kami ini,” jelasnya. (*plp/arp/dra2/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria