WASHINGTON - Barack Obama sepertinya tak mau lagi mengalah kepada penerusnya di Gedung Putih, Donald Trump. Akhir pekan lalu dia akhirnya mengkritik rezim Trump. Kritik tersebut menunjukkan perselisihan antara Trump dan Obama yang semakin panas.
Panggung yang Obama gunakan untuk menyerang Trump adalah dua upacara kelulusan virtual yang diadakan pada hari yang sama. Yang pertama adalah acara kelulusan Show Me Your Walk HBCU Edition. Acara tersebut ditujukan kepada angkatan dari historically black colleges and universities atau universitas yang dulu khusus untuk orang kulit hitam.
Sambutan Obama langsung mendapatkan perhatian karena kata-katanya yang menyindir pemerintah AS. Dia mengatakan, tak selamanya orang-orang yang berwenang tahu apa yang mereka lakukan. ’’Mereka bahkan tak mau repot berpura-pura melakukan tanggung jawab masing-masing,” ungkapnya dalam sambutan seperti dilansir BBC.
Beberapa jam kemudian Obama ikut memberikan sambutan dalam acara Graduate Together yang digelar pebasket NBA LeBron James. Lagi-lagi dia menyampaikan pesan serupa. Meski tak setajam kritik sebelumnya.
INGIN BEBAS: Warga berdemo menentang karantina wilayah di Riverside, AS. Mereka tak ingin dikekang aturan pembatasan sosial (Watchara Phomicinda/The Orange County Register via AP)
”Orang-orang dewasa belum tentu punya jawaban yang tepat. Bisa jadi, mereka tak menemukan pertanyaan yang tepat. Mereka lebih memilih apa yang lebih mudah dikerjakan,” ungkap mantan pengacara HAM itu.
Dalam dua sambutan tersebut, Obama sama sekali tak menyebut nama Trump atau pejabat Gedung Putih lainnya. Namun, pesannya sudah jelas ditujukan untuk sang petahana. Menurut The Guardian, ini kali pertama Obama menyerang Trump secara langsung.
Secara tradisi, mantan presiden biasanya tak mungkin menyerang penerusnya. Begitu juga sebaliknya. Namun, Trump lebih dulu melanggar tradisi tersebut dengan mengkritik Obama dan kebijakannya sepanjang tiga tahun belakangan. Namun, Obama lebih memilih untuk menghindari perseteruan dengan ayah Ivanka tersebut.
Status quo itu bertahan hingga pekan lalu. Komentar Obama dalam video conference-nya dengan 3 ribu pejabat Gedung Putih di eranya bocor. Obama menyebut penanganan wabah Covid-19 di AS paling kacau. Dia pun berjanji menggunakan waktunya tahun ini untuk mendukung kampanye capres Demokrat Joe Biden.
Di pekan yang sama, Trump juga kembali menyerang pendahulunya. Kali ini dia mengungkap skandal yang dilakukan oleh pemerintahan Obama menjelang lengser pada 2016. Menurut dia, Obama merupakan sosok di balik terungkapnya Michael Flynn, mantan penasihat keamanan AS di awal era Trump, dalam kasus intervensi pemilu 2016. ”Itu adalah kejahatan politik terbesar sepanjang sejarah Amerika,’’ ungkapnya seperti yang dilansir CNN.
Hingga saat ini, Trump belum bisa menjelaskan peran Obama dan pasal yang dilanggar pemerintahan rezim sebelumnya. Sebagian politisi Republik pun menyebut kasus Flynn sudah sesuai prosedur. Namun, dia tetap bersikeras bahwa Obamagate merupakan salah satu borok politik terbesar AS.
Beberapa pakar politik mengatakan, tindakan Trump yang menyerang Obama, bukannya calon rivalnya, Joe Biden, sudah bukan strategi baru. Pada pemilu 2016, Trump juga menyerang Obama, selain lawannya, Hillary Clinton.
’’Pada dasarnya, Trump sepertinya iri karena Obama masih dikagumi hingga saat ini,’’ ujar Tara Setmayer, komentator politik AS.
Menurut survei Pew Research Center pada 2018, 44 persen warga AS menilai Obama sebagai presiden terbaik atau kedua terbaik selama hidup mereka. Posisi kedua diraih Ronald Reagan. Pada 2019, Obama yang tak aktif meraih posisi yang sama dengan Trump dalam survei pria paling dikagumi menurut lembaga angket Gallup. (bil/c11/tom)
Tuduhan Trump untuk Obama
- Obama tak lahir di AS.
- Obama mengorganisasi demo anti-Trump.
- Obama telah merusak sistem pendingin udara di Gedung Putih.
- Obama sudah merusak ekonomi AS.
- Obama membuat Ukraina kehilangan Krimea.
- Obama salah karena sudah menandatangani perjanjian nuklir dengan Iran.
- Obama tak menyiapkan sistem medis yang cukup untuk mengatasi Covid-19.
- Obama mengungkap identitas Michael Flynn alias Obamagate.
Sumber: CNN, Washington Post, dan Associated Press.
Editor : izak-Indra Zakaria