Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pemkot Samarinda Siapkan Fasilitas Karantina dan Laboratorium Standar WHO di Sungai Siring

izak-Indra Zakaria • Minggu, 28 Juni 2020 - 00:27 WIB
Photo
Photo

SAMARINDA - Pemerintah Kota Samarinda melakukan sejumlah transisi fasilitas karantina. Diantaranya transisi dari RS Karantina Bapelkes ke Fasilitas Karantina di Gedung Baru Puskesmas Temindung di Jl Pelita. 

"Kami juga mempersiapkan fasilitas karantina dan laboratorium standar WHO di Sungai Siring dengan kemampuan 16 Tempat Tidur melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Kesehatan 2020," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih, Sabtu (27/6/2020). 

Kondisi epidemiologi Kota Samarinda, disebut Ismed, terdapat penurunan jumlah kasus positif covid-19 periode 11 Maret hingga 26 Juni 2020 dan tingkat kesembuhan pasien covid-19 capai 93 persen. 

"Penurunan jumlah kasus ini bukan tanpa kasus baru," katanya. 

Untuk deteksi dan analisis risiko penyebaran covid-19 di Samarinda, Gugus Tugas sudah lakukan Rapid Immunoflorosense Assay (IFA) test sebanyak 4200 test dan rapid test sebanyak 6400 test. Kapasitas deteksi covid-19 ini akan terus ditingkatkan oleh Gugus Tugas. 

Gugus Tugas Covid-19 Samarinda juga telah melakukan swab massal terhadap 3.150 orang. Hasilnya, rata-rata positif covid-19 berada 0,4 persen. 

"Kota Samarinda saat ini masih belum terjadi kasus penularan covid-19 transmisi lokal dan siap memasuki tahap new normal," jelas Ismed. 

Nantinya, Pemerintah Kota juga mengajukan mobile PCR (Polymerase Chain Reaction) yang memiliki kemampuan pemeriksaan 1000 spesimen per hari dan lbih agresif melakukan screening swab dan IFA test. 

"Mobile PCR kita ajukan ke Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan diharapkan bisa disetujui hingga bisa direalisasikan," kata Ismed. 

Mobile PCR nantinya juga dapat difungsikan untuk pemeriksaan laboratorium penyakit TBC, HIV, Hepatitis, campak dan penyakit lain pasca covid-19 serta modernisasi pencegahan penyakit berbasis molekuler. (mym)

Editor : izak-Indra Zakaria