TENGGARONG–Longsor di area konsesi PT Lembuswana Perkasa di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Samboja, Jumat (11/9), ditanggapi pihak perusahaan. Selain masuk kawasan buffer zone, area tersebut sudah dipasangi alat pendeteksi longsor.
Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Lembuswana Perkasa Sofwan mengatakan, pemasangan alat deteksi longsor itu dilakukan sehari setelah peristiwa terjadi. Sehingga, ketika ada pergerakan tanah, pihaknya bisa melakukan antisipasi lebih cepat.
Selain itu, pihaknya telah menurunkan petugas khusus untuk memastikan situasi sekitar. Termasuk membuat akses pembuangan air pada area longsoran. “Kawasan tersebut memang masuk dalam wilayah konsesi perusahaan,” kata Sofwan.
Kendati demikian, kata dia, lokasi longsor berada di area buffer zone. Sehingga dipastikan tak ada aktivitas penambangan. Namun, tak ditampik bahwa wilayah buffer zone itu berada di dekat area rumah warga.
“Lokasinya masuk daerah rawa-rawa kering. Kemarin debit hujan juga tinggi sehingga menyebabkan longsor,” imbuhnya.
Faktor lain yang menyebabkan daerah tersebut rawan longsor adalah aktivitas pembukaan lahan dari tambang di sekitar. Yang mengarahkan pergeseran air menuju lokasi tersebut. "Kalau dari arah selatan, memang aliran air mengarah ke tempat kami," katanya lagi.
Kini, perusahaan masih merumahkan karyawan lantaran kondisi perekonomian sedang tidak mendukung untuk melakukan aktivitas tambang. Namun, masih ada beberapa orang yang ditugaskan untuk menjaga area konsesi pertambangan.
Diwartakan sebelumnya, longsor terjadi di area konsesi tambang batu bara yang berdekatan dengan warga, Jumat (11/9). Tepatnya pukul 03.30 Wita, di Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja.
Meski tak ada korban jiwa, sejumlah rumah warga dikabarkan retak. Terlebih, jarak antara lokasi kejadian dengan permukiman hanya sekitar 25–50 meter. Hal tersebut disampaikan Lurah Bukit Merdeka Damsik.
Warga, kata dia, terkejut lantaran mendengar suara gemuruh. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata ditemukan material longsoran yang tak jauh dari rumah mereka. Meski tak ada korban jiwa, namun menurutnya sejumlah rumah warga mengalami retak.
Longsor di area tambang perusahaan di Kecamatan Samboja bukan kali ini saja terjadi. Pada 28 Januari 2016 dini hari, tebing setinggi 150 meter di Kelurahan Bukit Merdeka, Samboja, runtuh. Dalam peristiwa itu, tiga orang tewas tertimbun longsor dan dua lainnya berhasil menyelamatkan diri. (qi/kri/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria