Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ulap Doyo Dibudidayakan, Dekranasda Terkendala Lahan

izak-Indra Zakaria • 2020-10-05 08:35:27
-
-

Tenun ulap doyo yang dimiliki Kabupaten Kutai Barat (Kubar) tak perlu diragukan lagi kualitasnya. Kubar telah memegang hak paten.

 

SENDAWAR - Ulap doyo merupakan jenis tenun ikat berbahan serat daun doyo (Curliglia latifolia). Daun itu berasal dari tanaman sejenis pandan yang berserat kuat dan tumbuh liar di Tanjung Isuy, Kecamatan Jempang, Kubar.

Sayangnya, keberadaan tanaman rawa itu mulai langka. Sudah jarang ditemui. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kubar berencana mengembangkan tumbuhan doyo sebagai bahan baku tenun dengan cara membuat perkebunan doyo.

“Dekranasda Kubar sudah bekerja sama dengan IPB (Institut Pertanian Bogor). Yakni, rencana membuat perkebunan khusus budi daya tanaman doyo,” terang Ketua Umum Dekranasda Kubar, Yayuk Seri Rahayu Yapan di Kediamannya, Lamin Busur, Kecamatan Barong Tongkok, Sendawar.

Kendala saat ini, kata dia, Dekranasda Kubar harus menunggu tupoksi (tugas pokok dan fungsi) untuk perkebunan tersebut dari pemerintah. Dekranasda hanya bisa memfasilitasi, memberikan saran dan pendapat kepada pemerintah.

“Memang sulit pengembangan budi daya tanaman doyo. Sebab, tanah yang cocok untuk tumbuh subur tanaman doyo hanya di Tanjung Isuy. Padahal di sana lahan hampir semua sudah jadi kebun sawit,” tukas Yayuk.

Terhadap rencana Dekranasda Kubar untuk pengembangan budi daya tanaman doyo di Tanjung Isuy, Pemkab Kubar melalui Dinas Pertanian (Distan) mendukung kuat. “Dinas Pertanian Kubar mendukung rencana Dekranasda untuk pembudidayaan tanaman doyo. Sebab, hal itu dapat menjadi salah satu sektor untuk meningkatkan ekonomi Kubar,” ucap Kepala Dinas Pertanian Kubar Petrus.

Hanya, untuk menyalurkan bantuan kepada petani dalam membudidayakan tanaman doyo, perlu dibentuk kelompok tani. Distan akan siap menampung aspirasi petani.

“Harus dibentuk kelompok tani. Bantuan akan disalurkan. Bahkan Dinas Pertanian siap menurunkan petugas penyuluh lapangan (PPL). Juga membimbing petani dalam pengembangan tanaman doyo,” tandas Petrus. (rud/kri/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria