Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kaltim Dijatah 2,2 Juta Vaksin, Samarinda Terima Saja, Berau Dapat 137 Ribu

izak-Indra Zakaria • Jumat, 20 November 2020 - 01:57 WIB
Photo
Photo

UPAYA memutus rantai penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) terus dilakukan. Selain menggalakkan protokol kesehatan, pemberian vaksin Covid-19 menjadi target pemerintah. Target penyebaran vaksin akan dilakukan secara bertahap. Menurut rencana, vaksin dilakukan pekan ketiga Desember mendatang. Namun, dari 270 juta jiwa masyarakat Indonesia, hanya 60 juta jiwa yang akan divaksinasi secara gratis. Sisanya melakukan secara mandiri.

Soal adanya vaksin yang akan diterima Kaltim, Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim Andi M Ishak menuturkan, telah menerima surat dari Kementerian Kesehatan tertanggal 19 Oktober lalu. Dalam surat bernomor SR.02.06/II/0950/2020, perihal pemberitahuan rencana pelaksanaan pemberian imunisasi Covid-19, total sasaran masyarakat Kaltim yang akan mendapatkan vaksin sebanyak 2,2 juta jiwa.

Turut menambahkan keterangan Andi Ishak, Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kaltim Setyo Budi Basuki menjelaskan, pengiriman akan dilakukan secara bertahap. Namun, untuk waktu pasti kedatangan di Bumi Etam belum diketahui kapan waktunya. "Dapatnya segitu (2,2 juta vaksin) tapi bertahap. Jadwal pengiriman belum tahu. Masih diminta mempersiapkan pelaksanaan," sambung Budi.

Disinggung soal pemetaan pembagian vaksin di setiap kabupaten dan kota, termasuk Samarinda, pihaknya masih mempersiapkan. Untuk sasaran pembagian vaksin diprioritaskan ke tenaga kesehatan (nakes).

"Indonesia hanya bisa mendatangkan vaksin 9,1 juta. Kita enggak tahu Kaltim kebagian atau tidak, kita mempersiapkan aja dulu. Kalau prioritas tentu tenaga kesehatan karena mereka garda terdepan," tegasnya. Ditemui terpisah, Plt Kepala Diskes Samarinda Ismid Kusasih mengatakan, untuk pembagian vaksin di Kota Tepian belum diketahui secara pasti jumlahnya. Namun, untuk beberapa data kasus Covid-19 telah diserahkan ke Diskes Kaltim. "Sudah diminta beberapa data. Pokoknya Diskes provinsi yang ngatur, kami menerima aja," singkatnya.

JATAH BERAU

Pendistribusian vaksin Covid-19 tahap pertama dari pemerintah, kemungkinan dimulai pada Januari 2021. Untuk Kalimantan Timur sendiri mendapat jatah sebanyak 2,2 juta vaksin. Sementara untuk Berau mendapat 137.464 vaksin di tahap pertama ini. “Kemungkinan tiba di Berau pada Januari nanti,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau Iswahyudi.

Kuota vaksin untuk Berau di tahap pertama tersebut, ujar Iswahyudi, memang hanya 60 persen dari total jumlah penduduk. “Untuk tahap kedua, belum bisa dipastikan juga jumlahnya berapa,” terangnya. Dikatakan, vaksin akan diperuntukkan bagi masyarakat usia 18 hingga 59 tahun. Selain itu, masyarakat yang akan divaksin harus dalam kondisi sehat atau tanpa penyakit bawaan dan sudah pernah terinfeksi Covid-19. Sementara bagi ibu hamil, juga tidak diperkenankan untuk diberi vaksin. “Itu sesuai rekomendasi ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization). Dan vaksin akan diutamakan bagi petugas pelayanan publik, seperti aparat TNI-Polri, petugas kesehatan, dan lainnya,” jelasnya. 

Sementara bagi masyarakat, juga akan diutamakan yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19. “Pemberian vaksin dari kementerian itu gratis. Tapi kalau nanti ada pihak swasta yang membuat vaksin dan diperjualbelikan, tidak masalah juga,” terangnya. 

Penyediaan vaksin dan logistik imunisasi, seperti auto disable syringe (ADS) dan safety box, akan dilakukan pihak kementerian yang kemudian didistribusikan ke gudang vaksin Dinas Kesehatan di seluruh provinsi. Dari provinsi, akan diteruskan ke masing-masing kabupaten/kota. 

“Dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota, meneruskan lagi ke puskesmas di wilayahnya. Karena dalam pelaksanaannya nanti, akan menggunakan sistem sarana distribusi yang sama dengan pelayanan imunisasi rutin,” jelas Iswahyudi.

Dikutip dari Jawapos.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan adanya kesulitan pemerintah dalam melakukan pendistribusian vaksin Covid-19 nantinya. Menurut Jokowi, pendistribusian vaksin tidak sama dengan jenis barang lainnya.

Salah satu kesulitannya adalah karena suhu vaksin harus dijaga dengan baik. Bila dalam perjalanannya terjadi ketidakstabilan suhu, vaksin tersebut akan rusak. “Memerlukan (level) kedinginan derajat tertentu. Setiap vaksin dari produk yang berbeda juga memerlukan moda transportasi yang berbeda,” ujar Jokowi di Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/11).

Jokowi berujar, pemberian vaksin terbagi dalam dua kategori. Kategori pertama adalah vaksin yang diberikan gratis ke masyarakat. Kemudian kategori kedua adalah vaksinasi mandiri atau dengan menggunakan biaya sendiri.

“Jadi nanti ada yang gratis dan ada yang membayar. Itu dua hal yang akan berjalan beriringan nantinya,” ungkapnya. Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan pemerintah berupaya mendatangkan vaksin Covid-19 pada November ini. Namun kalau tidak bisa dilakukan, maka mundur pada Desember 2020. “Kita berharap vaksin ini datang di akhir bulan November, kita ingin berusaha. Tapi kalau tidak bisa ya berarti masuk ke bulan Desember,” ujar Jokowi

Jokowi juga memastikan vaksin yang bakal dibeli pemerintah Indonesia merupakan yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). “Bahwa kita akan membeli vaksin dari perusahaan merek yang ada di dalam daftar list-nya WHO. Saya nggak berbicara mereknya apa. Asal sudah ada di dalam list-nya WHO, itu yang akan kita beli,” tuturnya. (iz/*/dad/pro)

Editor : izak-Indra Zakaria
#satgas covid