Rabu (10/2), Balikpapan memasuki usianya yang ke-124. Dan, hampir 10 tahun sudah, Kota Minyak dinakhodai Wali Kota Rizal Effendi. Tentunya dengan dua kali berganti pendamping. Pada periode pertama, 2011-2016 berpasangan dengan Heru Bambang. Selanjutnya, periode 2016-2021 dengan Rahmad Mas’ud. Yang nantinya akan menerima tongkat estafet kepemimpinan. Memimpin Balikpapan untuk periode 2021-2024.
Selama kurun satu dekade, menjadi orang nomor satu di Balikpapan, masih belum terlihat gagasan besar dari pria yang mengawali kariernya sebagai pewarta itu. Salah satu, kegiatan yang tak kunjung tuntas adalah gagasan membangun coastal road (coastal area) atau jalan tepi pantai sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.
Akses itu menghubungkan Pelabuhan Semayang hingga Bandara SAMS Sepinggan, sepanjang 7,5 kilometer. Rencana itu digaungkan sejak awal kepemimpinan Rizal Effendi-Heru Bambang.
Bahkan pada 2012, telah membentuk Badan Percepatan Pembangunan dan Pengelolaan Coastal Road. Namun, menjelang berakhirnya masa jabatan Rizal-Rahmad pada Mei 2021 mendatang, tak kunjung terealisasi.
Hal tersebut, turut menuai kritik dari legislator Balikpapan. Alwi, ketua Komisi III DPRD Balikpapan yang turut membidangi pembangunan mengatakan, selama 10 tahun ini, bukan tidak ada pembangunan. Namun hanya beberapa kekurangan yang belum diselesaikan.
Namun dia lebih menyoroti, ketersediaan layanan publik seperti kesehatan, pendidikan, dan juga infrastruktur. Khusus untuk masalah kesehatan yang masih belum diselesaikan adalah belum merata pembangunan rumah sakit di Balikpapan.
Di mana, rumah sakit di Balikpapan Barat maupun Balikpapan Timur yang masih minim. Belum lagi, jumlah SD, SMP, dan SMA/SMK yang masih belum bisa menampung para peserta didik baru di Kota Minyak. Namun, khusus untuk SMA, dia menegaskan menjadi kewenangan Pemprov Kaltim.
Dan terakhir, adalah berkaitan dengan infrastruktur. Yakni banjir di beberapa titik yang belum dapat diselesaikan hingga berakhirnya masa jabatan wali kota dan wakil wali kota periode 2016-2021. Tentu persoalan banjir masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemkot Balikpapan ke depan.
“Ini bukan kegagalan. Tapi, tanggung jawab besar yang ditinggalkan wali kota lama kepada kepada wali kota terpilih nanti. Yang harusnya wali kota terpilih nanti, bisa jauh lebih baik ke depannya,” pesan dia saat ditemui Kaltim Post setelah Paripurna Istimewa DPRD Istimewa DPRD Balikpapan kelima Masa Sidang I Tahun 2021 di Hotel Novotel Balikpapan, Selasa (9/2).
Menurut politikus Partai Golkar itu, tiga hal yang berkaitan dengan layanan publik tersebut, merupakan hal yang prioritas untuk dituntaskan. Dia berharap kepada Calon Wali Kota Terpilih Rahmad Mas’ud menuntaskan hal tersebut.
“Mudah-mudahan wali kota terpilih bisa melanjutkan proyek besar yang bermanfaat bagi masyarakat Balikpapan. Kalau sudah kelar, silakan mau membangun yang lain. Kami tidak ada masalah,” ucap Alwi.
Khusus untuk proyek yang menurutnya tidak bermanfaat adalah berdirinya Gedung Parkir Klandasan. Padahal kegiatan pembangunan gedung parkir yang sebelumnya bernama Parkir Gedung Gelora itu telah menelan anggaran mencapai puluhan miliar rupiah.
Dikerjakan oleh PT Nindya Karya senilai Rp 84,664 miliar yang bersumber dari APBD Balikpapan 2014. Namun, masih minim menyumbang pendapatan daerah. “Gedung parkir terlalu besar biayanya. Tapi sangat minim PAD-nya. Saya enggak tahu alasannya itu dulu dibangun. Tapi, menurut saya, ini proyek gagal. Yang semestinya dikaji dulu,” kritiknya.
Rizal Effendi tidak berkomentar banyak mengenai kritik terhadapnya. Terutama selama hampir 10 tahun memimpin Balikpapan. Dia justru, menuturkan semua terkait kinerjanya selama memimpin Kota Minyak, terutama lima tahun terakhir bersama Rahmad Mas’ud sudah disampaikannya dalam Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-124 Balikpapan pada Senin (8/2). “Silakan lihat sambutan saya saja,” ujar dia singkat saat ditemui di Balai Kota, Selasa (9/2).
Dikutip dari sambutan wali kota Balikpapan, tak banyak hal bisa menjawab kritik terhadapnya. Justru dalam sambutan tersebut, hanya dibahas mengenai capaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Balikpapan 2016-2021, upaya penanganan Covid-19 yang telah dilakukan, deretan prestasi, hingga permasalahan dalam menuntaskan program prioritas wali kota dan wakil wali kota periode 2016-2021.
Seperti masalah keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan, termasuk tenaga kependidikan. Lalu sarana kesehatan, dengan rencana pembangunan Puskesmas Karang Jati pada 2021 dan rencana pengembangan RSKB Sayang Ibu.
Juga masalah pengendalian banjir yang sudah dilakukan sejak 2017 hingga saat ini di beberapa titik banjir di Balikpapan. Antara lain Drainase Jalan Mayjen Sutoyo, Drainase Somber, Drainase Kampung Timur dan Wonorejo, Drainase Depsos Atas, dan lokasi lainnya.
Dengan sumber pendanaan dari APBD maupun belanja langsung dan bantuan keuangan (bankes) Pemprov Kaltim. Di tengah keterbatasan kemampuan keuangan pemerintah daerah, pengendalian banjir menjadi salah satu prioritas. Meski belum semua titik banjir dapat ditangani secara tuntas. Dan tetap mengoptimalkan pengerukan dan normalisasi saluran drainase. (kip/rom/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria