Rabu (17/2), semestinya jadi hari terakhir Yusriansyah Syarkawi menjabat bupati Paser. Namun siapa sangka, Tuhan berkehendak lain. Bupati dua periode itu wafat, Selasa (16/2).
MUHAMMAD NAJIB, Tanah Grogot
HAMPIR setahun terakhir Yusriansyah berjuang melawan penyakitnya. Dia bahkan kerap bolak-balik berobat ke rumah sakit di Balikpapan dan Jakarta yaitu Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON).
Sempat beberapa kali sembuh dan dinyatakan sehat. Bahkan sebelum meninggal, Yusriansyah masih sempat berpamitan ke sejumlah pejabat daerah secara terbatas pada Minggu (14/2) siang. Dia bersilaturahmi sebelum mengakhiri masa jabatannya yang berakhir hari ini.
Namun tak disangka, Yusriansyah mengembuskan napas terakhirnya di RS Pertamina Balikpapan sekitar pukul 05.00 Wita kemarin. Sang anak, Hendra Wahyudi, menuturkan ayahnya berjuang melawan penyakit dalam yaitu radang paru serta gejala strok. Selama ini sang ayah juga terus rutin berobat ke RS PON di Jakarta.
Wahyudi yang langsung mengurus proses jenazah almarhum saat di Balikpapan. Sempat dilepas oleh Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi sebelum diberangkatkan ke rumah duka di Tanah Grogot. Dari pantauan Kaltim Post, mobil ambulans yang membawa jenazah tiba di Paser sekitar pukul 14.30 Wita.
Lalu dibawa ke kediamannya di pendopo bupati lalu ke Kantor Bupati Paser untuk penghormatan terakhir. Setelah itu menuju lokasi pemakaman. Yaitu di Desa Tepian Batang, Kecamatan Tanah Grogot, kediaman pribadi anaknya yaitu dr Fahmi Fadli. Keluarga memilih lahan pribadi untuk pemakaman.
“Kami mewakili keluarga meminta maaf sebesar-besarnya selama beliau bertugas memimpin Paser dan di kehidupan sehari-hari. Jika ada kekhilafan beliau mohon dimaafkan,” kata Fahmi yang juga anak kedua Yusriansyah saat proses penghormatan terakhir di Kantor Bupati Paser.
Hadir juga pejabat dari daerah tetangga yaitu Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Hamdam dan Ketua DPRD PPU Jhon Kenedy saat proses penghormatan.
Sempat dikabarkan meninggal karena Covid-19, pemakaman pun dilaksanakan secara protokol kesehatan. Kedua anaknya Hendra Wahyudi yang merupakan ketua DPRD Paser dan dr Fahmi Fadli, bupati Paser terpilih selanjutnya ikut bersama satgas Covid-19 ke pemakaman dengan berpakaian alat pelindung diri (APD) lengkap.
Pasalnya, hasil swab polymerase chain reaction (PCR) belum keluar dari rumah sakit saat akan dimakamkan. Sehingga pemakaman dilakukan secara protokol kesehatan. Namun belakangan diketahui hasil swab test almarhum negatif setelah dikuburkan.
Yusriansyah meninggalkan seorang istri, 4 anak, dan 9 cucu. Semasa hidupnya, dia merupakan praja jebolan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP). Kini bernama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Mengawali karier sebagai PNS di Pemkot Balikpapan. Dia kemudian menjadi sekretaris camat Balikpapan Timur pada 1975–1976. Kariernya di Paser dimulai dengan menjabat camat Long Ikis pada 1979–1981. Jabatan tertinggi sebagai PNS adalah menjadi kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Paser pada 1998–1999.
Karier Yusriansyah dinilai moncer. Figurnya begitu kesohor setelah menjadi kepala Bappeda Paser. Setelah memasuki era reformasi, dia pun memutuskan mencalonkan diri menjadi bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Paser 1999. Dia terpilih untuk periode 1999–2004. Selanjutnya kembali menjadi bupati pada periode 2016–2021.
Wakil Bupati Paser Kaharuddin mengatakan, daerahnya kehilangan putra terbaik. “Kami atas pemerintah kabupaten mengucapkan duka cita mendalam,” ujar Kaharuddin.
Di mata orang terdekatnya yaitu mantan Sekretaris Kabupaten Paser Aji Sayid Fathur Rahman, Yusriansyah ialah pejabat yang taat aturan. Tiap mengambil kebijakan harus berdasarkan ketentuan dan tidak boleh melanggar. Sehingga sangat berhati-hati dalam kebijakan.
“Beliau tidak ada namanya asal terabas sana-sini dan sangat mempertimbangkan regulasi,” kata Fathur Rahman yang sempat menjadi junior Yusriansyah saat masih sebagai PNS di Pemkab Paser.
Untuk sosok pribadi, lanjut dia, Yusriansyah merupakan pribadi yang mampu mengendalikan diri. Dia tidak pernah menampakkan ketidaksukaan ke siapa pun termasuk kepada bawahan. “Meski ada kebijakan yang tidak cocok. Beliau lebih banyak menahan diri,” tutur Fathur. (rom/k8)
Profil Yusriansyah Syarkawi
Tempat lahir: Tanah Grogot, Paser
Tanggal lahir: 26 Juli 1950
Riwayat Pendidikan
a. SD 2 Tanah Grogot, lulus 1963
b. SMP Tanah Grogot, lulus 1966
c. SMA Negeri Balikpapan, lulus 1969
d. S-1 Institut Ilmu Pemerintahan Jakarta lulus 1983
e. S-2 Universitas Brawijaya Malang
Riwayat organisasi
a. Wakil Ketua Kwartir Cabang Pramuka Paser 1986 – 1990
b. Ketua Palang Merah Indonesia Cabang Tanah Grogot 1989 – 1992
c. Ketua Gema MKGR Paser 1990 – 1994
Riwayat Pekerjaan
a. Sekretaris Camat Balikpapan Timur 1975 – 1976
b. Kepala Kantor Kecamatan Balikpapan Timur 1976 – 1979
c. Pjs Camat Balikpapan Timur 1979
d. Camat Long Ikis 1979 – 1981
e. Kepala Bagian Umum dan Protokol Setkab Paser 1983 – 1984
f. Kepala Dinas Pendapatan Paser 1984 – 1998
g. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Paser 1998 – 1999
h. Bupati Paser Periode 1999 – 2004 dan 2016 – sekarang
Editor : izak-Indra Zakaria