SAMARINDA - Tim Basarnas Kaltim yang hendak menolong korban tenggelam di Desa Tuana Tuha Kabupaten Kutai Kartanegara membayar Rp 20 ribu per unit mobil melintas jembatan kayu yang diduga dibangun sekelompok masyarakat.
Saat kejadian, personil Basarnas sudah menanyakan apakah pihaknya mesti membayar dan maksud tujuan melintas untuk menolong korban tenggelam. Kepala Kantor Pencarian & Pertolongan Kelas A Balikpapan Melkianus Kotta tak mempermasalahkan kejadian itu. Ia menjelaskan pihaknya lewat di daerah pedalaman yang memang saat itu jalanan putus karena tergerus oleh banjir dan benar-benar tidak bisa dilalui.
"Sehingga inisiatif warga di wilayah itu membuat jembatan darurat seadanya yang bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat bahkan roda enam. Pada saat kami melewati daerah tersebut kami bertanya apakah kami juga membayar karena kami mau cari orang tenggelam," jelas Melki.
Melki menambahkan bahwa warga tersebut mengetahui bahwa benar ada orang tenggelam di desa Tuana Tuha. Pihaknya menegaskan bahwa Basarnas tidak di panggil, pihaknya juga tidak akan ada di Desa Tuana Tuha.
"Sebenarnya truck di tarif Rp 50 ribu rupiah tetapi akhirnya hanya diminta 20 ribu bapak dikarenakan kami mau membantu pencarian orang tenggelam. Dan kamipun membayar 20 ribu per 1 unit mobil kami," kata Melki.
Pemerintah diharapkan tanggap atas persoalan jalan putus di Desa Tuana Tuha. Sehingga tak ada pungutan di jalan bagi pengendara yang melintas di jembatan darurat dari kayu di jalan rusak. Diketahui bersama, Basarnas Kaltim turun ke Desa Tuana Tuha untuk melakukan pencarian terhadap 1 orang pekerja batubara yang tenggelam, Giwin 23 tahun di Sungai Tuana Tuha Kecamatan Kenohan Kabupaten Kutai Kertanegara.
Korban tenggelam pada hari Kamis (3/2/2022) lalu pukul 16.20 wita. Kemudian, Basarnas Kaltim menerima laporan kejadian ini pada Jumat (4/2/2022).
Tim SAR gabungan Basarnas menggunakan rubber boat untuk melakukan pencarian korban yang warga Desa Liang Ilir Kotabangun sejauh tiga kilometer ke arah hilir. Adapun, unsur yang terlibat pencarian korban tenggelam yaitu dari Unit Siaga SAR Samarinda, Polsek Kukar, Orca Samarinda, keluarga korban dan masyarakat.
Korban Giwin hilang usai berenang bersama empat temannya di tambatan kapal. Empat rekan korban selamat dalam kejadian ini. Sedangkan korban Giwin terseret arus sungai yang kencang. (myn)
Editor : izak-Indra Zakaria