Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Cerita Abdul Rahmat, Warga Berprestasi Bidang Pendidikan, Sampaikan Materi Belajar Lewat YouTube hingga Podcast

izak-Indra Zakaria • Rabu, 23 Februari 2022 - 19:06 WIB
Abdul Rahmat, guru SD 011 Balikpapan Tengah mendapat gelar warga berprestasi bidang pendidikan inovasi pembelajaran 2022 dari Pemkot Balikpapan.
Abdul Rahmat, guru SD 011 Balikpapan Tengah mendapat gelar warga berprestasi bidang pendidikan inovasi pembelajaran 2022 dari Pemkot Balikpapan.

Abdul Rahmat, guru SD 011 Balikpapan Tengah mendapat gelar warga berprestasi bidang pendidikan inovasi pembelajaran 2022 dari Pemkot Balikpapan.

 

AKIBAT pandemi Covid-19, siswa terpaksa menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ). Tak sedikit dari mereka mengeluh bosan dan jenuh harus belajar dari rumah. Ini membuat hati Abdul Rahmat sedih. Dia tergugah mencari metode belajar yang menarik untuk peserta didiknya.

Rahmat bercerita, awalnya dia aktif mengikuti kegiatan yang digelar Ditjen Sekolah Dasar Kemendikbud RI bertajuk giat berpartisipasi. Ini terbuka untuk guru, sekolah, dan siswa. Dia mengirim banyak video pembelajaran, podcast, dan karya tulis selama beberapa bulan. Kegiatan ini mendapat penilaian seperti poin.

Rahmat berhasil meraih prestasi nasional sebagai Juara I Guru Tergiat pada pengumuman yang disampaikan November 2021. “Saya tidak berpikir sampai ke sana karena tidak tahu berapa nilai poin yang terkumpul. Niatnya, hanya ikut aktif mengirim,” sebutnya.

Baginya, ini bukan hal yang melelahkan. Rahmat memang memiliki ketertarikan untuk terus belajar. Dia kerap mengikuti webinar Kemendikbud hingga program Tanoto Foundation. “Sekolah juga mendukung karena mendorong dan tidak menghalangi saya aktif berkegiatan,” tuturnya.

Selama masa PJJ, Rahmat sangat produktif membuat konten. Baik berupa video, rekaman suara, hingga tulisan. Semua dia posting di berbagai platform. Misalnya video, siswa bisa melihat konten melalui YouTube pada akun Penulis AR. Sedangkan penjelasan serupa siaran melalui podcast di Spotify.

“Walau belajar daring, saya ingin siswa bisa merasa seakan-akan tetap belajar langsung dengan guru,” katanya. Apalagi dia memang hobi mengedit video. Jadi, terpikirkan untuk membuat konten tentang materi pembelajaran. Dia tidak banyak bicara juga dalam video, tapi tetap mengajak siswa melakukan sesuatu.

Contoh video tentang bagaimana siswa belajar tentang bunyi. Saya ajak mereka membuat percobaan sederhana dari rumah. Misalnya, membuat musik dari air. Hasil percobaan dikirim ke guru. Setelah mereka melakukan percobaan, Rahmat mengajak siswa diskusi bersama agar tetap ada interaksi.

Guru yang mengajar siswa kelas 4 ini membuat materi dari berbagai bidang pelajaran. Hampir semua pelajaran. Selama Juli hingga Desember 2021, dia telah membuat 50 video konten pelajaran.

“Saya sengaja buat video sendiri agar siswa merasa benar-benar diajarkan oleh guru yang dia kenal,” tuturnya. Bahkan, dia juga aktif menulis artikel yang tayang di media online. Belum lagi membuat soal ala kuis, sehingga rasanya seperti bermain. Ternyata, siswa senang dan kerap menagih kuis dari pelajarannya.

“Sengaja agar lebih variatif karena saya tidak ingin siswa bosan,” imbuhnya. Meski telah menyampaikan materi dengan beragam cara, dia tetap berinteraksi dengan siswa melalui aplikasi Zoom. Walau dalam satu pekan hanya satu dua kali untuk merangkum pembelajaran.

Kesulitannya harus meluangkan waktu dan terus belajar. Contoh untuk membuat podcast, Rahmat rela mengikuti pelatihan bagaimana siaran dan memproduksi podcast. “Saya kasihan kalau siswa bosan jika hanya disuruh mengerjakan tugas-tugas. Tidak efektif untuk mereka belajar,” bebernya.

Walau rasanya mau tak mau repot. Setelah mengisi waktu mengajar, Rahmat harus membuat konten. Misalnya syuting untuk konten di YouTube. Serta rekaman suara untuk podcast. “Saya tinggal di gang padat. Kalau mau buat video dan podcast saya harus rekaman tengah malam menunggu suara hening,” ungkapnya.

Ternyata kerja keras ini membuahkan hasil, walaupun dia tak menyangka bisa mendapat berbagai penghargaan tingkat kota hingga nasional.

Selain mendapat penghargaan dari Kemendikbud RI, Rahmat juga meraih predikat guru berprestasi dan berdedikasi 2021 dari PGRI Balikpapan. Ada berbagai macam prestasi ini membuat Disdikbud Balikpapan menyarankannya mengikuti pemilihan warga berprestasi dalam rangka HUT ke-125 Balikpapan.

“Sekolah juga menyarankan, jadi saya ikut melengkapi persyaratan kelengkapan berkas. Hanya coba-coba,” ucapnya. Setelah mendapat penghargaan, dia akan semakin terpacu membuat berbagai konten. Apalagi, sekolah kembali daring karena lonjakan kasus Covid-19 di Kota Beriman. (ms/k15)

 

Dina Angelina

dina.angelina@kaltimpost.co.id

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Balikpapan