Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Rusia Berang..!! Bikin Situasi Memburuk, AS Suplai Senjata Jarak Jauh ke Ukraina

izak-Indra Zakaria • Jumat, 3 Juni 2022 - 19:52 WIB
M142 High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) yang akan dikirim ke Ukraina.
M142 High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) yang akan dikirim ke Ukraina.

TAIPEI - Ketegangan di wilayah perbatasan Taiwan-Tiongkok kian meningkat. Rabu (1/6) Komando Mandala Timur Pasukan Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok menegaskan bahwa mereka menggelar latihan patroli kesiapan tempur di wilayah darat dan udara sekitar Taiwan.

Mereka menyebut bahwa latihan yang digelar beberapa hari terakhir itu penting untuk melawan kolusi Taiwan-Amerika Serikat. Washington dituding kerap membuat pernyataan dan langkah terkait Taipei. Versi Beijing, AS menghasut agar memberikan dukungan untuk pasukan kemerdekaan Taiwan. ’’Itu akan mendorong Taiwan ke dalam situasi yang berbahaya,’’ bunyi pernyataan PLA seperti dikutip Al Jazeera.

Sehari sebelumnya, Taiwan melaporkan 30 pesawat Tiongkok yang memasuki Zona Indentifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Taiwan. Mayoritas adalah jet tempur. Itu adalah provokasi jet tempur terbesar Beijing sejak Januari. Insiden tersebut berbarengan dengan kunjungan Senator AS Tammy Duckworth ke Taiwan.

Tiongkok geram dengan kunjungan Duckworth tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian mengatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan nota protes serius pada AS. Mereka mendesak agar para politikus AS mematuhi kebijakan satu Tiongkok dan menghentikan lawatan resmi ke Taiwan dalam bentuk apapun.

’’Kami akan terus mengambil tindakan tegas untuk menjaga kedaulatan dan integritas teritorial Tiongkok,’’ tegas Zhao seperti dikutip Global Times. Dia menegaskan bahwa Taiwan adalah salah satu provinsi Tiongkok. Karena itu, tidak ada sebutan presiden di sana.

Kebijakan satu Tiongkok yaitu bahwa hanya ada satu negara bernama Tiongkok. Kebijakan ini diakui AS pada 1979. Meski begitu, AS menegaskan bahwa mereka tidak mau melihat Tiongkok menguasai Taiwan dengan kekerasan. Karena itulah mereka berdiri membela Taipei. Bagi AS saat ini, status Taiwan masih belum pasti.

Taiwan hanya terletak sekitar 161 kilometer dari pantai daratan utama Tiongkok. Mereka menghuni pulau tersebut setelah kalah dalam perang sipil oleh kelompok komunis. Mereka yang berada di pulau utama mendirikan negara bernama Republik Rakyat Tiongkok (RRC). Taiwan yang menganut demokrasi mendirikan negara yang secara formal bernama Republik Tiongkok. Hanya ada beberapa negara saja yang mengakui kemerdekaan Taiwan.

Dulu Taiwan adalah anggota Dewan Keamanan PBB. Namun pada 1971 mayoritas negara, termasuk AS, beralih mendukung Tiongkok. Namun kini setelah merasa tersaingi oleh Beijing, Washington ganti mendukung Taipei.

Dalam kunjungannya, Duckworth menegaskan dukungan AS untuk keamanan Taiwan. Menurutnya dukungan bipartisan atas RUU kerjasama antara angkatan bersenjata Taiwan dan Garda Nasional AS cukup tinggi. ’’Ini lebih dari sekedar masalah militer, tapi juga tentang ekonomi,’’ ujar mantan pilot helikopter militer AS itu pada Presiden Taiwan Tsai Ing-wen.

Dari Ukraina, AS berubah pikiran menyikapi konflik disana. Mereka kini menyetujui permintaan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk mengirimkan senjata jarak jauh. Rencananya Washington bakal mengirimkan M142 High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS).

Sistem peluncur roket tersebut lebih presisi dan bisa mencapai target yang berjarak 80 kilometer. Namun, AS tidak akan mengirimkan rudal taktis Army Tactical Missile System (ATACMS) yang mampu menjangkau hingga 300 kilometer. Bagaimanapun juga, AS tidak ingin senjata tersebut dipakai untuk menyerang ke wilayah Rusia. Jika itu terjadi, maka situasinya bakal memburuk.

Rudal GPS yang ditembakkan HIMARS memiliki jangkauan sekitar dua kali lipat dari Howitzer M777 yang baru-baru ini dipasok AS ke pasukan Ukraina. Pasukan Ukraina bakal memiliki kemampuan untuk menyerang lebih jauh di belakang garis Rusia. Di saat bersamaan, mereka terlindungi dari persenjataan jarak jauh milik Kremlin.

Rusia langsung berang dengan keputusan AS. Mereka menegaskan bahwa langkah itu hanya akan meningkatkan konfrontasi secara langsung. ’’AS dengan sengaja memperburuk situasi dengan mengirimkan senjata ke Ukraina,’’ tegas Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov seperti dikutip BBC. (sha/bay)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Mancanegara