SAMARINDA - Dalam pengajaran di dalam kelas luring maupun daring, seorang guru diharapkan tidak sekedar menyuruh dan menyampaikan transformasi ilmu. Namun, ada hiburan bagi siswa yang dapat meningkatkan intelektualitas.
Seorang guru juga mesti dapat menginspirasi bagi siswanya. Bagaimana, pembelajaran yang disampaikan dapat dilaksanakan para siswa, salah satunya menjadi orang bijak adalah orang yang tahu hal tak diinginkan. Sehingga pendidikan tidak menjadi salah kaprah.
Demikian hal ini disampaikan Maximus Gorky Sembiring ketika menjadi narasumber Seminar Akademik dan Wisuda Daerah Universitas Terbuka Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Samarinda secara Luring atau Daring.
Seminar akademik diikuti oleh 330 mahasiswa lebih melalui aplikasi Zoom Meeting di Jl. Slamet Riyadi No. 01 ( Studio TV Islamic Center - Gedung Islamic), Sabtu, 02 Juli 2022.
Gorky menambahkan mereka yang kuliah di Universitas Terbuka merupakan orang-orang yang hijrah dari pola pikir tetap menjadi pola pikir tumbuh serta miliki motivasi yang sangat tinggi.
"Bagi mereka yang pola pikir tumbuh, kalau ada kendala itu mereka menerobos bukan menerabas. Kalau dikritik, dianggapnya ini masukan berharga. Dan kalau ada orang lain sukses, menurut mereka itu sumber inspirasi," jelasnya.
Menurut Gorky, saat ini adanya kegaduhan sosial antara siswa, guru dan orang tua yang ditimbulkan dari pembelajaran luring ke daring. Hal ini diakibatkan gagap terhadap pandemi Covid-19 sehingga melupakan proses learning.
"Ternyata kita bukan sekedar gagap pandemi nya tapi kita gagap terhadap perspektif learning nya. Kita itu pusing luring ke daring sehingga lupa learning nya. Sebenarnya, secara teoritis mau tatap muka atau daring itu sama pembelajarannya," ujarnya.
Pembelajaran daring saat ini, dikatakan Gorky, harus menjadi the new normal. Apabila, nantinya guru masih gagap terhadap itu untuk tahun 2022 ini, maka guru tersebut lambat adaptasi teknologi.
Salah seorang mahasiswa UT bertanya kepada narasumber dalam Seminar Akademik, Sabtu (02/7).
Seminar akademik ini, Gorky juga membagikan tips bagaimana lulusan S1 yang ingin sukses ketika menempuh pendidikan lanjutan S2. Ia menyarankan agar mahasiswa lebih konsentrasi membaca buku pada waktu tertentu malam hari dan pagi subuh.
"Pendidikan S2, mahasiswa harus bisa membaca buku dan menuliskan laporannya secara mandiri. Maka, mahasiswa harus membaca buku lebih malam hari dan subuh agar mudah diingat. Jika siang hari membaca buku, kita sulit mengingat karena ada pekerjaan lain," ujarnya. (myn)
Editor : izak-Indra Zakaria