Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Bersama Tangani DBD, Berantas Sarang Nyamuk dan Tingkatkan Kerja Bakti Massal

izak-Indra Zakaria • Selasa, 8 November 2022 - 17:34 WIB
PERANGI DBD: Kepala UPTD Puskesmas Margo Mulyo dr Dekrita Ria Hanani turun langsung ke rumah warga untuk menaburkan larvasida sebagai salah satu gerakan memberantas nyamuk di rumah. Foto lain, Gerakan Pemburu Jentik (Gempur Jet) dilakukan di lingkungan RT
PERANGI DBD: Kepala UPTD Puskesmas Margo Mulyo dr Dekrita Ria Hanani turun langsung ke rumah warga untuk menaburkan larvasida sebagai salah satu gerakan memberantas nyamuk di rumah. Foto lain, Gerakan Pemburu Jentik (Gempur Jet) dilakukan di lingkungan RT

Pemerintah Kota Balikpapan mengimbau masyarakat agar mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya, di beberapa daerah ada yang mengalami peningkatan secara signifikan.

 

BALIKPAPAN–Saat ini peningkatan kasus DBD sejak Januari–Oktober, sebanyak 757 kasus telah melampau jumlah kasus Januari–Desember tahun 2021 yang hanya 403 kasus.

Sebagai upaya bentuk kewaspadaan terhadap peningkatan kasus DBD, diinstruksikan melaksanakan kerja bakti massal (KBM), dan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara serentak.

Termasuk di wilayah Kecamatan Balikpapan Barat. Jumlah kasus di kelurahan-kelurahan tercatat mengalami peningkatan. Sampai dengan Oktober lalu, Kelurahan Margo Mulyo terdapat 38 kasus DBD, dibandingkan dengan medio yang sama pada 2021, hanya 22 kasus.

Begitu pula Kelurahan Baru Tengah yang mulai meningkat di triwulan ketiga, sampai Oktober meningkat drastis. Jumlah kasus Januari sampai Oktober ada 32 kasus yang sudah ditangani. Sepuluh kasus ada di Margasari, Kelurahan Baru Ilir 18 kasus dan Kelurahan Kariangau ada 12 kasus DBD.

Menurut Kepala UPTD Puskesmas Margo Mulyo dr Dekrita Ria Hanani, paling banyak terjadi di RT 50, 46 dan RT 15, yang lingkungannya kebanyakan hutan. Kelurahan Margo Mulyo sering terjadi mati air, jadi kecenderungan masyarakatnya menampung air. “Supaya tidak sampai ke fase kritis DBD, jangan sampai kasus meninggal, dan jangan sampai dengue shock syndrome. Karena itu, bila keadaan panas dua sampai tiga hari, segera periksakan ke fasilitas kesehatan untuk diperiksa darahnya dalam mendiagnosa DBD atau dengan NS1 Anti Dengue, yang dapat mendeteksi virus dengue lebih awal,” urai Ita, sapaan akrab dr Dekrita Ria Hanani.

Selain itu, Puskesmas Margo Mulyo juga rutin mengoptimalkan kader juru pemantau jentik (jumantik) ke sejumlah wilayah dengan rutin, melakukan survei PHBS dan sanitasi dasar untuk melihat situasi lingkungannya dan melakukan fogging di RT 46 dan tiga RT sekitarnya.

Ita mengimbau agar lebih menggiatkan lagi gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk cegah DBD, dengan melakukan 3M plus. Di antaranya, menguras tempat penampungan air, menutup, dan memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangan nyamuk, dan plus-nya memberikan bubuk larvasida, serta tidak menggantung pakaian setelah dipakai.

“Keterlibatan lintas sektor diperlukan untuk sering-sering melaksanakan KBM dan PSN. Karena ini kan penyakit lingkungan, jadi bukan hanya individu yang bersih-bersih, melainkan semua yang ada di lingkungan tersebut yang membersihkannya,” tegas dia.

Sementara itu, Tenaga Sanitasi Lingkungan dan Tim Survei Pencegahan Penyakit DBD Puskesmas Baru Tengah Darmawati menjelaskan, peningkatan kasus merata di beberapa RT. Terbaru terjadi RT 27 dan 29 Kelurahan Baru Tengah.

“Kegiatan rutin yang dilakukan seperti survei jentik berkala per tiga bulan oleh kader jumantik sudah selesai sampai triwulan ketiga, sisa triwulan keempat. Gerakan pemburu jentik telah dilakukan sebanyak dua kali pada Juni dan September. Ada lagi penyelidikan epidemiologi atas kasus DBD yang terjadi, penyuluhan DBD turut dilakukan di RT yang terdapat kasus DBD yang dirawat. Gersang Jumantik (gerakan sang jumantik) juga merupakan kegiatan rutin warga untuk memantau jentik di rumah masing-masing secara mandiri atas peduli kasus DBD,” ungkapnya.

Kepala UPTD Puskesmas Baru Tengah drg Rulida Osma Marisya menjelaskan, sebagai salah satu upaya agar mengendalikan peningkatan kasus demam berdarah adalah dengan pemberdayaan masyarakat.

“Dengan adanya kesadaran serta kepedulian untuk hidup bersih, dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar rumah, dengan menjadi juru pemantau jentik di lingkungan rumah sendiri. Selain itu, selalu menerapkan 3M Plus, lingkungan bersih, nyamuk pun pergi,” pungkasnya. (pms/dra/k8)

 

SUPRIYONO LUPUS

@queenzalikalila0917

 

Editor : izak-Indra Zakaria