Sejak gedung sekolah diresmikan tahun lalu, fasilitas sekolah di ujung Kota Minyak ini sangat lengkap. Namun, lokasinya yang cukup jauh dari pusat kota membuat jangkauan siswa masih terbatas. Salah satu upaya untuk memperkenalkan sekolah dengan mengadakan kegiatan P5 kewirausahaan.
ADA dua cara untuk sampai ke lokasi SMP 21 Balikpapan. Yakni jalur darat melalui Jalan Pendekat Pulau Balang Km 13. Kedua, jalur laut melalui pelabuhan Kampung Baru. Secara fasilitas sudah cukup lengkap. Sekolah ini tertata rapi, berada di antara perusahaan besar dan kampung.
Bangunan SMP 21 bergabung dengan SD 021 Balikpapan Barat. Lokasinya di Jalan Salok Baru, Kariangau. Total guru 13 orang, 10 orang pengajar dari SMP 21 dan 3 orang guru pendamping. Sementara, jumlah siswa 93 orang terdiri dari 3 kelas.
Sebagian besar tenaga pendidik bertempat tinggal di luar wilayah sekolah. Namun, demi pengabdian sebagai pendidik, menempuh jalan puluhan kilo setiap hari pun tak masalah. Guru tetap semangat menyebarkan ilmu.
Kepala SMP 21 Marsudi mengatakan, setidaknya sekitar 40 persen siswa berasal dari Kampung Baru. Mereka menggunakan transportasi kapal selama 20 menit. Siswa ditemani guru yang juga berangkat lewat jalur laut. Setibanya di Pelabuhan Teluk Waru, bus sekolah akan menjemput.
Sementara, 60 persen siswa berasal dari wilayah sekitar sekolah. "Terkait sarana prasarana kami anggap sudah lengkap. Mulai laboratorium komputer, musala, perpustakaan, dan aula. Ada tiga gazebo yang juga nanti dibangun area ternak ikan dan sawah," ungkapnya.
Sehingga, area ini bisa menjadi outing class. Kalau siswa bosan belajar di kelas, guru bisa mengajak belajar di alam. Apalagi area sekolah terpadu ini seluas 2,4 hektare. "Total kapasitas 6 kelas. Jadi, tersedia dua kelas untuk setiap angkatan," tuturnya.
Namun saat ini, jumlah siswa masih setengah dari kapasitas tersebut. Dia bercerita, walau fasilitas lengkap, pihaknya berusaha bagaimana membuat kapasitas sekolah terisi optimal. Kini, siswa yang bersekolah di SMP 21, rata-rata hanya dari anak yang bermukim di kampung.
Sekolah berupaya menjangkau siswa dari anak-anak karyawan perusahaan di lingkungan tersebut. Mengingat sudah ada mes karyawan yang juga berada di sana. “Ini kami mulai bergerak dan bangun kepercayaan. Tanpa itu susah pasti mau mengajak mereka bergabung ke sekolah kami,” tuturnya.
Pihaknya sudah mencoba promosi untuk mencari siswa yang bermukim di Kariangau, Karang Joang, dan Kilometer 13. Tapi, mereka alasan tidak ada transportasi dan sulit. Sehingga, cenderung memilih sekolah lain. "Kami bisa sediakan transportasi dari luar jalan masuk ke sekolah," ucapnya.
Marsudi mengatakan, salah satu upaya untuk membangun kepercayaan melalui kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5), khususnya kewirausahaan. Menurutnya, dari acara ini bisa mengundang orang untuk mengenal SMP 21 Balikpapan.
Sedangkan bagi siswa, mereka bisa belajar proses berwirausaha. "Bagaimana dari mencari bahan, mengolah, mengemas, sampai penjualan," ujarnya. Siswa tidak dinilai dari hasil akhir, targetnya yang utama mengajarkan proses wirausaha kepada siswa.
"Kami juga tidak mengarahkan hanya membimbing. Siswa yang aktif memberikan ide dan kreativitas," bebernya. Sementara itu, Kepala Disdikbud Balikpapan Purnomo mengatakan, keberadaan SMP 21 Balikpapan sudah sangat baik. Terlebih didukung sarana prasarana yang lengkap.
Dia berharap, target ke depan siswa SMP 21 bisa semakin banyak agar kapasitas terisi maksimal. Apalagi, karyawan perusahaan sudah semakin banyak. "Mereka masuk ke asrama yang ada di dekat sekolah ini. Semoga anak-anak karyawan bisa ikut sekolah di sini," katanya.
Purnomo menambahkan, secara umum kegiatan sekolah juga sudah bagus. Termasuk implementasi P5 yang berada dalam kurikulum merdeka. Ada tampilan kegiatan usaha dan hiburan. "Ini bentuk kreativitas siswa dan perlu kita dukung. Beri jalan untuk siswa membuktikan kemampuan," tandasnya. (ms/k15)
DINA ANGELINA
dinaangelina6@gmail.com
Editor : izak-Indra Zakaria