Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Mengenal MHA Paring Sumpit di Desa Muara Andeh, Masih Andalkan Hasil Alam untuk Bertahan Hidup

izak-Indra Zakaria • Selasa, 4 Juli 2023 - 19:41 WIB
BERDAMPINGAN ALAM: Suku Dayak Paring Sumpit di Desa Muara Andeh, Kecamatan Muara Samu, Paser, bertahan hidup dengan mengandalkan hasil alam.
BERDAMPINGAN ALAM: Suku Dayak Paring Sumpit di Desa Muara Andeh, Kecamatan Muara Samu, Paser, bertahan hidup dengan mengandalkan hasil alam.

Desa Muara Andeh, Kecamatan Muara Samu, dihuni mayoritas Masyarakat Hukum Adat (MHA) Paring Sumpit. Desa yang lokasinya sekitar dua jam dari ibu kota Kabupaten Paser itu masih sangat alami kehidupan warganya. Meskipun sudah masuk listrik dan jaringan telekomunikasi, mayoritas penduduknya masih hidup dekat dengan alam.

 

SANGAT sulit menemukan anak-anak bermain smartphone di desa ini. Mereka lebih memilih bermain dan membantu orangtua ke hutan berburu makanan.

Jumlah penduduk desa ini sekitar 500 jiwa. Mayoritas hidup mengandalkan hasil hutan dan pertanian. Sisa penjualan hasil tangkapan binatang di hutan dan pertanian itu jarang digunakan untuk membeli makan. Mereka makan hanya dari hasil alam. Uang yang didapat dari hasil menjual pertanian dan hutan kepada pengepul, dibelikan voucher listrik atau sesekali ke ibu kota kecamatan atau ke kota.

Mereka juga masih menggunakan hukum adat jika terjadi sesuatu di desa. Jika sudah ada yang melewati batas, opsi terakhir diserahkan kepada kepolisian. Kepala Desa Muara Andeh Samuel Reza mengatakan, warga Dayak Paring Sumpit mayoritas memiliki anjing di tiap rumah. Anjing tersebut digunakan untuk berburu binatang yang bisa dikonsumsi. Seperti babi dan rusa. Banyak anak-anak yang sejak kecil membantu orangtua berburu ke hutan.

Untuk sistem adat pun masih kental diterapkan. Mulai dari adat kematian, pernikahan, dan permasalahan sosial lainnya yang harus diselesaikan. "Namun, sejak kehadiran wakil gubernur tahun lalu, dan ada program polisi mengabdi awal 2023 ini, desa kami mulai ramai dikunjungi dan banyak perkembangan," kata Samuel akhir Juni 2023 lalu saat kegiatan di desanya.

Di desa ini ada SD, namun siswa dan pengajarnya masih terbatas dan banyak kendala. Sejak ada program Polisi Mengabdi dari Polres Paser, secara berganti para anggota Polres Paser yang ditugaskan membantu peningkatan pendidikan di desa ini.

Pemuka Adat MHA Dayak Paring Sumpit Suryani menyampaikan terima kasih banyak kepada pemerintah, polisi, dan tamu lainnya yang sudah mengunjungi desanya. Sejak awal tahun, program Polisi Mengajar ke desa, hasilnya sangat membantu kemajuan pengetahuan warga desa. "Di sini orangtua murid mayoritas banyak yang tidak sekolah," kata Suryani.

Saat kunjungan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi pada 2022 lalu, Hadi berpesan agar para orangtua di desa ini menyekolahkan anaknya ke sekolah sampai pendidikan perguruan tinggi. "Minimal melanjutkan pendidikan di kampus di Paser dulu," pesan Hadi. Pemprov Kaltim mengapresiasi keberadaan MHA Paring Sumpit yang telah menjaga kelestarian alam di wilayah Paser. (jib/far/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria