Oleh:
Srinatun SPd
Guru SD 011 Sungai Pinang
KEMAMPUAN numerasi atau berhitung ini mengacu kepada kemampuan seseorang dalam menggunakan, menafsirkan, dan melakukan komunikasi informasi matematika agar dapat memecahkan masalah di dalam dunia nyata.
Kemampuan numerasi tidak hanya bermanfaat untuk menghitung soal di atas kertas ujian, tapi juga dapat digunakan untuk beradaptasi di tingkat kehidupan yang lebih luas. Misalnya, dunia kerja atau kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya manfaat tersebut, seseorang akan dituntut memiliki kemampuan berhitung agar dapat diaplikasikan secara maksimal. Di dunia kerja misalnya, keterampilan berhitung sangat dibutuhkan untuk melakukan pengambilan keputusan.
Sementara itu, bagi siswa, kemampuan literasi numerasi bermanfaat untuk menghitung hal lain selain pelajaran. Misalnya untuk berangkat sekolah, jam berapa siswa tersebut harus berangkat dari rumah dengan mempertimbangkan jarak dan waktu tempuh, dan lain sebagainya.
Literasi numerasi penting untuk dikuasai bagi siapa pun karena berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa manfaat atau pentingnya literasi numerasi, khususnya bagi peserta didik.
Pertama, literasi numerasi penting sebagai pengetahuan dan kecakapan dalam melakukan perencanaan dan pengelolaan kegiatan dengan baik. Kedua, literasi numerasi penting untuk melakukan perhitungan dan penafsiran terhadap data yang ada di dalam kehidupan sehari-hari.
Ketiga, literasi numerasi penting untuk mengambil keputusan yang tepat di dalam setiap aspek kehidupannya. Agar Anda mampu memiliki kemampuan literasi numerasi yang baik, diperlukan strategi untuk meningkatkan literasi numerasi.
Berikut adalah beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan literasi numerasi. Pertama, menggabungkan kata dengan angka di dalam percakapan. Misalnya, ketika Anda menyajikan informasi numerik, jumlah atau rasio, usahakan menghindari penggunaan kata-kata yang langka, rendah, atau umum karena memiliki arti berbeda bagi setiap orang, sehingga muncul ambiguitas.
Gabungkan dengan angka yang memberikan pemahaman yang lengkap, agar mampu menafsirkan makna dengan baik dan memberikan informasi deskriptif untuk menempatkan informasi numerik dalam konteks yang sesuai.
Kedua, menerapkan konsep matematika dalam berbagai kegiatan. Anda bisa mengaplikasikan informasi numerik ke dalam kegiatan yang dekat dengan aktivitas seseorang, khususnya siswa. Jadikan kegiatan berhitung sebagai bagian dari aktivitas.
Dengan demikian, Anda mampu meningkatkan literasi numerasi dengan menggunakan pendekatan yaitu cara berpikir, pemecahan masalah, dan pemahaman konsep.
Cara ketiga, melakukan permainan. Literasi numerik juga bisa dikembangkan dengan melibatkan permainan atau teka-teki. Meski cara ini sangat beragam dan luas, dengan menggunakan permainan ini seseorang mampu mendapatkan dorongan ketertarikan pada angka, sehingga mampu meningkatkan literasi numeriknya.
Permainan ini juga bisa digunakan untuk mengenalkan konsep dasar matematika dan mengajarkan cara mengurutkan atau mengambil keputusan secara sistematis.
Berikut adalah beberapa contoh soal numerasi yang bisa dipahami lebih dalam. Pertama, gedung pertunjukan. Dalam suatu gedung pertunjukan terdapat sembilan baris kursi. Pada baris pertama terdapat 8 kursi, baris kedua 12 kursi, baris ketiga 11 kursi, baris keempat 15 kursi, baris kelima 14 kursi, dan seterusnya mengikuti pola yang sama.
Nah, berapa banyak kursi pada baris paling belakang? Jawabannya 20. Pola bilangan tingkat 2 dengan selisih +3, sehingga dapat dihitung secara manual dengan barisan ke-9 kursi yaitu 20.
Contoh kedua, halaman belakang rumah akan dibuat taman. Pengerjaan taman tersebut memerlukan waktu 12 hari dengan empat pekerja. Agar pekerjaan taman dapat diselesaikan selama delapan hari, berapa tambahan pekerja yang diperlukan? Jawabannya dua orang.
Perbandingan berbalik nilai, yaitu 12 hari dikerjakan 4 orang. Jadi untuk 8 hari, adalah 12:8 = x:4 —— x = 6. Dengan demikian, membutuhkan tambahan dua orang. (pms/kri/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria