Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Lima Cara Mengembangkan Bakat Peserta Didik

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 16 September 2023 - 17:54 WIB
Photo
Photo

OLEH: Ismahayati, SPd

SD 005 Sungai Pinang, Samarinda

 

Setiap orang dilahirkan dengan segala kelebihannya, termasuk bakat yang melekat. Akan tetapi, jika bakat pada diri seseorang tidak tergali, bisa jadi orang tersebut tidak akan mengetahui bahwa ia memiliki bakat tertentu.

 

----

Begitupun dengan siswa. Mereka juga memiliki bakat luar biasa yang harus diasah dan dikembangkan. Contoh minat dan bakat siswa yang harus dikembangkan, meliputi bakat dalam bidang seni seperti melukis, bermain musik, atau menari. Ada siswa yang kurang suka belajar matematika, tetapi ia sangat mahir bermain bola. Bisa dikatakan ia memiliki bakat di bidang olahraga. Ada siswa yang jago menghafal, ada siswa yang suka mengarang cerita, dan lain sebagainya. Hal ini merupakan potensi yang harus digali dan diasah supaya lebih berkembang.

Untuk mengembangkan minat dan bakat siswa, diperlukan usaha berbagai pihak, baik itu orangtua maupun guru. Guru Pintar harus tahu cara mengembangkan bakat dan minat siswa dan membuat siswa mengetahui bakat yang dimilikinya. Bagaimana caranya? Mari simak pada penjelasan berikut ini!

1. Melakukan Observasi

Usaha guru untuk mengenali dan mengembangkan bakat siswa adalah dengan melakukan pengamatan atau observasi terhadap siswa. Guru Pintar dapat mencoba perhatikan kegiatannya apa saja yang sering dilakukan siswa saat pembelajaran berlangsung ataupun saat istirahat. Amati lebih detail seperti kebiasaan siswa, apa yang siswa suka lakukan, apa yang tidak disukai, hal-hal seperti apa yang menarik perhatian siswa, dan kegiatan seperti apa yang membuat mereka senang.

Tentu saja hal ini tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Guru Pintar harus bersabar sampai dapat melihat pola yang lebih jelas dari siswa. Supaya tidak terlewat, guru boleh menuliskan hasil pengamatan dalam buku khusus/ lembar pengamatan.

2. Mengonfirmasi

Setelah mengidentifikasi bakat peserta didik dan mendapatkan sedikit gambaran tentang minat dan bakat siswa, yang harus guru lakukan selanjutnya adalah melakukan mengonfirmasi hasil pengamatan/observasi pada siswa. Bagaimana caranya? Sederhana saja. Guru Pintar dapat mengajak siswa mengobrol santai dan menanyakan seputar kegiatan mereka sehari-hari. Sebagai contohnya, menanyakan kesukaan siswa. Apakah benar mereka suka menyanyi, menggambar, atau mungkin bermain catur.

Setelah mengetahui secara spesifik tentang kegemaran siswa, Guru Pintar dapat menanyakan lebih jauh lagi tentang kegemaran mereka, apa yang membuat mereka tertarik pada hal tersebut, kesulitan yang dihadapi, dan lain sebagainya. Selain membantu menemukan bakat siswa, kegiatan ini juga mampu meningkatkan kedekatan antara guru dan siswa.

3. Memberikan Stimulus

Cara mengembangkan bakat siswa setelah melakukan observasi dan konfirmasi tentu saja dengan memberikan stimulus. Stimulus yang dapat Guru Pintar lakukan misalnya merancang strategi mengajar yang dapat menjangkau minat dan bakat siswa. Misalnya memberikan pilihan penyelesaian tugas. Siswa dapat melakukan presentasi, memvisualisasi konsep pembelajaran melalui gambar atau musik, dan lainnya.

Bentuk stimulus di luar minat dan bakat akademis dapat Guru Pintar lakukan dengan mengarahkan mereka untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Dalam hal ini sekolah harus menyediakan beragam kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki siswa.

4. Menciptakan Lingkungan yang Mendukung

Minat dan bakat siswa tidak akan terasah dengan baik jika lingkungan tidak mendukung. Lingkungan seperti apa yang dapat mendukung pengembangan minat dan bakat siswa? Lingkungan yang kondusif untuk pengembangan bakat siswa adalah lingkungan yang memudahkan siswa mengakses segala sesuatu yang berhubungan dengan minat dan bakatnya. Salah satunya dengan memberikan fasilitas yang memadai. Misalnya lapangan, peralatan, dan waktu yang cukup untuk melakukan kegiatan sesuai minat bakat mereka.

5. Memberikan Motivasi dan Apresiasi

Mengembangkan talenta siswa tidak sekadar dengan memberikan latihan dan fasilitas saja. Guru Pintar harus selalu memberikan motivasi dan apresiasi kepada siswa supaya selalu terpacu untuk lebih baik lagi. Ada kalanya siswa merasa bosan dan ingin mencoba hal baru. Jika hal ini terjadi, jangan langsung dilarang ya Guru Pintar. Berikan kesempatan siswa untuk mencoba.

Sebaliknya, jika siswa mendapatkan prestasi dari kegiatan pengembangan minat dan bakat mereka, jangan segan-segan memberikan apresiasi. Bagaimana dengan siswa yang hanya menunjukkan sedikit perkembangan? Tentu saja Guru Pintar harus tetap mengapresiasi sekecil apapun hasilnya. Pemberian apresiasi sangat penting untuk menambah semangat dan kepercayaan diri pada siswa.(pms/er/k16)

 

Editor : izak-Indra Zakaria