Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Misi Berakhir, OSIRIS-REx Bawa Pulang Sampel Asteroid yang Berpeluang Tabrak Bumi

izak-Indra Zakaria • Selasa, 26 September 2023 - 18:50 WIB
SETELAH 7 TAHUN: Victoria Thiem, staf Lockheed Martin System Safety Enginee, melakukan pengecekan awal kapsul pembawa sampel dari OSIRIS-REx di Utah (24/9). AFP (KEEGAN BARBER/AFP)
SETELAH 7 TAHUN: Victoria Thiem, staf Lockheed Martin System Safety Enginee, melakukan pengecekan awal kapsul pembawa sampel dari OSIRIS-REx di Utah (24/9). AFP (KEEGAN BARBER/AFP)

Misi OSIRIS-REx selama tujuh tahun terakhir tidak sia-sia. Setelah menempuh perjalanan 6,2 miliar kilometer, misi yang dijalankan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) itu berhasil membawa sampel asteroid Bennu ke bumi.

Bennu adalah asteroid yang ditemukan pada 1999. Mengutip Agence France-Presse, OSIRIS-REx melepaskan kapsul yang membawa sampel Bennu pada Minggu (24/9) dari ketinggian lebih dari 67 ribu mil. Kapsul tersebut menembus atmosfer selama 13 menit dan meluncur ke bawah dengan kecepatan lebih dari 27 ribu mil per jam dengan suhu hingga 2.760 derajat Celsius.

Kargo itu berhasil mendarat pada pukul 08.52 waktu setempat di area gurun tempat uji dan pelatihan militer milik Departemen Pertahanan di Gurun Great Salt Lake, Utah. Ia tiba tiga menit lebih cepat daripada jadwal.

Begitu dikonfirmasi tidak bocor, kapsul tersebut lantas dibawa dengan helikopter menuju tempat yang steril. Segel kedap udara pada kapsul itu sangat penting untuk menghindari kontaminasi dengan pasir gurun.

’’Saya menangis seperti bayi di dalam helikopter ketika mendengar parasut telah terbuka dan pendaratan lunak dilakukan,’’ ujar peneliti utama OSIRIS-REx Dante Lauretta sebagaimana yang dikutip BBC.

Kapsul tersebut membawa sekitar 250 gram debu dan potongan batu dari asteroid Bennu. Kemarin (25/9) sampel itu dikirimkan ke Johnson Space Center (JSC) di Houston untuk penelitian tambahan. NASA berencana mengumumkan hasil penelitian pertamanya pada konferensi pers 11 Oktober mendatang.

Meski terlihat sedikit, jumlah tersebut sudah lebih dari cukup untuk tes yang bakal dilakukan NASA. Kepala Ilmuwan di JSC NASA Eileen Stansbery menegaskan bahwa pihaknya bisa menganalisis partikel yang sangat kecil dengan resolusi sangat tinggi.

NASA bakal menyimpan 70 persen sampel di JSC untuk dianalisis selama bertahun-tahun yang akan datang. Sebanyak 25 persen lainnya bakal dibagikan kepada lebih dari 200 ilmuwan di 35 fasilitas berbeda.

Sebagian besar sampel Bennu bakal disimpan untuk penelitian bagi generasi mendatang. Direktur Divisi Ilmu Planet NASA Lori Glaze mengungkapkan bahwa ini adalah ”harta” untuk analisis ilmiah selama bertahun-tahun mendatang bagi generasi yang masih anak-anak ataupun yang bahkan belum dilahirkan.

Keberhasilan misi OSIRIS-REx sangat ditunggu NASA. Sebab, untuk kali pertama, mereka mengambil sampel dari asteroid dan berhasil membawanya kembali ke bumi dengan selamat. Pada 1972, NASA berhasil mengambil sampel batuan dari permukaan bulan dalam misi Apollo 17.

Bennu bukan asteroid biasa. Ia dijuluki asteroid paling berbahaya di dunia karena memiliki skor tertinggi pada Skala Bahaya Dampak Teknis Palermo. Sebab, pada 24 September 2182 atau 159 tahun mendatang diperkirakan Bennu mungkin menghantam bumi dengan kekuatan yang begitu besar hingga benua-benua bisa terbelah. Peluang tabrakan ini kecil, tetapi bukan berarti tidak mungkin terjadi sama sekali.

Sementara itu, lesuksesan misi OSIRIS-REx ikut dirayakan gitaris Queen Brian May bermil-mil jauhnya dari Utah. Sebab, dia ikut terlibat dalam membantu mengidentifikasi situs pengambilan sampel asteroid Bennu.

May adalah ahli astrofisika terkhusus stereoskopi, ilmu yang berkenaan dengan teknik menampilkan ilusi mendalam dari citra dua dimensi. Dia juga salah seorang pendiri London Stereoscopic Company.

 

Dalam siaran langsung di kanal YouTube NASA TV, May kecewa tak bisa hadir. Sebab, dia harus berlatih untuk konser Queen di Wimbledon. ’’Saya sangat bangga bisa menjadi anggota dari tim OSIRIS-REx. Saya tidak bisa bersama kalian hari ini, tapi hatiku ada di sana bersama kalian seiring dengan sampel berharga itu tiba,’’ ungkap lulusan doktoral Imperial College London tersebut sebagaimana yang dikutip NME. (sha/fam/wan/c14/ttg)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Mancanegara